Tangis Ibunda Brigadir J Pecah: dengan Mata Terbuka Nyawa Anak Saya Dihabisi
Selasa, 25 Oktober 2022 - 16:53 WIB
Hakim lantas menanyakan, apakah korban pernah mengeluh suka dukanya menjadi ajudan ke ibunda Brigadir J. Ibunda lantas menjawab kalau anaknya itu memang selalu bercerita padanya, hanya saja saat bercerita tidak pada suatu keluhan tertentu. "Anak ini memang selalu cerita tapi tak pernah cerita keluhan, dia selalu cerita atas tanggung jawabnya, atas tugasnya dan kebaikan dan aman kondisinya baik-baik saja," tuturnya sambil menangis.
Baca juga: Putri Candrawathi Disebut Saksi Goda Brigadir J saat di Rumah Magelang
Hakim kembali bertanya, apakah Ferdy Sambo atau Putri Candrawathi pernah berkomunikasi dengannya mengingat Bripda Maha Reza juga disayang oleh mereka. Ibunda Brigadir J sambil menangis menjawab, Ferdy Sambo dan Putri Sambo tak pernah berkomunikasi secara langsung. "Cuman melalui video call, kalau meraka sedang ibadah, belanja, ini bapak, ini ibu loh bu (Brigadir J telepon ke ibundanya saat mengawal sebagai ajudan). Saya selalu bilang itu walimu dan kamu di Jakarta jadi kamu harus hormat, saya selalu sarankan seperti itu," tangis ibundanya.
Tangis Rosti semakin pecah manakala ditanya apakah korban pernah cerita mengalami ancaman. Dia menyebutkan, Brigadir J tak pernah mengabari hal-hal seperti itu, anaknya hanya selalu menceritakan hal baik saja selama ini. "Ibunya tak tega terima kabar duka saya ini yang mulia, dia begitu patuhnya dan selalu dengarkan nasehat orang tuanya, sejak kecil sudah saya ajari agar selalu tanggung jawab dalam tugas dan baik pada sekitarnya," katanya sambil sesenggukan.
Baca juga: Putri Candrawathi Disebut Saksi Goda Brigadir J saat di Rumah Magelang
Hakim kembali bertanya, apakah Ferdy Sambo atau Putri Candrawathi pernah berkomunikasi dengannya mengingat Bripda Maha Reza juga disayang oleh mereka. Ibunda Brigadir J sambil menangis menjawab, Ferdy Sambo dan Putri Sambo tak pernah berkomunikasi secara langsung. "Cuman melalui video call, kalau meraka sedang ibadah, belanja, ini bapak, ini ibu loh bu (Brigadir J telepon ke ibundanya saat mengawal sebagai ajudan). Saya selalu bilang itu walimu dan kamu di Jakarta jadi kamu harus hormat, saya selalu sarankan seperti itu," tangis ibundanya.
Tangis Rosti semakin pecah manakala ditanya apakah korban pernah cerita mengalami ancaman. Dia menyebutkan, Brigadir J tak pernah mengabari hal-hal seperti itu, anaknya hanya selalu menceritakan hal baik saja selama ini. "Ibunya tak tega terima kabar duka saya ini yang mulia, dia begitu patuhnya dan selalu dengarkan nasehat orang tuanya, sejak kecil sudah saya ajari agar selalu tanggung jawab dalam tugas dan baik pada sekitarnya," katanya sambil sesenggukan.
(cip)
Lihat Juga :