Antisipasi Krisis Global, Pemerintah Diminta Lakukan Percepatan Transisi Energi

Jum'at, 23 September 2022 - 16:28 WIB
Menurutnya, target menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sampai 29% pada 2030, serta menurunkan emisi karbon Indonesia sebesar 29% di 2030 dan net zero emission atau not emisi karbon di 2060, adalah wujud nyata pemerintah dalam percepatan transisi energi baru terbarukan. "Pencapaian target bauran EBT 23% di 2025 ini harus didukung, ini komitmen Presiden Joko Widodo," tuturnya.

Baca juga: Ekonomi Global Didera Inflasi Tinggi, Transisi Energi Kian Menantang

Komitmen Presiden Jokowi dalam transisi energi baru terbarukan harus berkelanjutan, serta perlunya ditopang dengan penguatan infrastruktur hukum yang pasti dalam menjaga iklim investasi. "Kepastian infrastruktur hukum menjadi kunci dalam penguatan hilirisasi, inilah yang kemudian akan menyerap tenaga kerja lebih banyak hingga diperkirakan mencapai 80.000 pekerja," jelas Iwan.

Di sisi lain, Menteri ESDM Arifin Tasrif, mengapresiasi ide dan gagasan dari PP KMR dalam mendukung percepatan transisis energi baru terbarukan. Menurut dia, Indonesia kaya akan sumber energi baru terbarukan seperti PLTS, pembangkit listrik arus bawah laut, pembangkit listrik angin.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!