Pelatihan Kartu Prakerja Disetop Bukti Komunikasi Publik Pemerintah Lemah

Jum'at, 03 Juli 2020 - 07:41 WIB
Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani menyatakan, penghentian program pelatihan Kartu Prakerja bukti komunikasi publik pemerintah lemah. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani mengkritik pemerintah terkait dihentikannya program paket pelatihan Kartu Prakerja. Menurut Netty, penghentian paket pelatihan prakerja itu sebagai bentuk lemahnya pemerintah dalam mengelola komunikasi publik.

"Setelah lama dikritik dan dianggap mengada-ada oleh banyak pihak, baru sekarang dihentikan. Ini bukti lemahnya komunikasi publik pemerintah dengan banyak pihak," ujar Netty dalam keterangannya, Jumat (3/7/2020). (Baca juga: DPR Apresiasi Penghentian Paket Pelatihan Program Kartu Prakerja)



Ada beberapa hal yang menjadi catatan dari Manajemen Pelaksana (MP) berdasarkan evaluasi, di antaranya mengenai tidak adanya mekanisme yang dapat memastikan setiap peserta pelatihan menyelesaikan seluruh pelatihan. "Setelah uang negara terpakai untuk hal yang kurang terukur output, out come dan benefitnya, program baru dihentikan. Ini kan pemborosan anggaran di tengah situasi krisis. Jadi, harus ada pertanggung jawabannya, karena bisa jadi ada pelanggaran hukum dan berpotensi merugikan negara," kata Netty, Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR ini.

Dia menilai lemahnya pengelolaan komunikasi publik pemerintah, juga ditunjukkan saat Presiden Jokowi gusar ketika mengevaluasi kementerian dan lembaga yang dianggap tidak memiliki sense of crisis. Netty berpendapat, lemahnya kemampuan memahami aspirasi rakyat serta lambatnya merespons masukan dari banyak pihak, membuat pemerintah melahirkan beberapa kebijakan yang tidak peka terhadap kondisi rakyat. (Baca juga: Proyek Kartu Prakerja Dilaporkan ke Kejaksaan Agung)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!