Kondisi Mencekam Sebelum Percobaan Perebutan Kekuasaan, Peristiwa G30S/PKI
Selasa, 30 Agustus 2022 - 06:16 WIB
Tentunya, kedua belah pihak mulai menghitung untung ruginya nasib mereka di masa pasca-Soekarno. Yang menjadi aspek penting dalam persoalan ini adalah, apakah kejadian tersebut akan datang dengan mendadak atau bahkan sebelum waktunya.
Tiba-tiba ketegangan datang mencekam, meliputi seluruh bangsa, terutama ibu kotanya, Jakarta. Pada 5 Agustus 1965, Presiden jatuh rebah, setelah menghadiri suatu upacara umum. Dalam suasana demikian itu, tidaklah mengherankan apabila persoalan politik di masa pasca-Soekarno menjadi suatu topik hangat.
Baca juga: Kebijakan Andika Perkasa Bolehkan Keturunan PKI Jadi TNI Dinilai Tepat
Setiap golongan politik berusaha memperbaiki posisinya guna menghadapi periode setelah berpulangnya Pemimpin Besar. Paling tidak, mereka ingin mempertahankan posisi mereka. PKI, begitu juga golongan lainnya, menghadapi masalah untuk mempercepat persiapan mereka dalam menyongsong pasca-Soekarno. Ketegangan pun meningkat luar biasa.
Dalam suasana demikian itu, DN Aidit yang tengah berada di luar negeri, dipanggil kembali oleh Sekretariat Negara atas perintah Presiden. Ia diberitahu tentang keadaan Soekarno sedang gawat dan ditugaskan membawa tim dokter dari Republik Rakyat China ke Indonesia, yang dulu pernah mengobati Presiden.
Presiden akhirnya sembuh kembali, akan tetapi para dokter China menyampaikan kepada Aidit, bahwa kesehatan Soekarno masih rapuh. Apabila mengalami serangan lagi, Soekarno mungkin akan lumpuh atau bahkan meninggal.
Tiba-tiba ketegangan datang mencekam, meliputi seluruh bangsa, terutama ibu kotanya, Jakarta. Pada 5 Agustus 1965, Presiden jatuh rebah, setelah menghadiri suatu upacara umum. Dalam suasana demikian itu, tidaklah mengherankan apabila persoalan politik di masa pasca-Soekarno menjadi suatu topik hangat.
Baca juga: Kebijakan Andika Perkasa Bolehkan Keturunan PKI Jadi TNI Dinilai Tepat
Setiap golongan politik berusaha memperbaiki posisinya guna menghadapi periode setelah berpulangnya Pemimpin Besar. Paling tidak, mereka ingin mempertahankan posisi mereka. PKI, begitu juga golongan lainnya, menghadapi masalah untuk mempercepat persiapan mereka dalam menyongsong pasca-Soekarno. Ketegangan pun meningkat luar biasa.
Dalam suasana demikian itu, DN Aidit yang tengah berada di luar negeri, dipanggil kembali oleh Sekretariat Negara atas perintah Presiden. Ia diberitahu tentang keadaan Soekarno sedang gawat dan ditugaskan membawa tim dokter dari Republik Rakyat China ke Indonesia, yang dulu pernah mengobati Presiden.
Presiden akhirnya sembuh kembali, akan tetapi para dokter China menyampaikan kepada Aidit, bahwa kesehatan Soekarno masih rapuh. Apabila mengalami serangan lagi, Soekarno mungkin akan lumpuh atau bahkan meninggal.
Lihat Juga :