Menkes: Indonesia Telah Lewati Gelombang Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5
Rabu, 24 Agustus 2022 - 03:59 WIB
Gunadi mencatat, jumlah kadar antibodi saat ini jauh lebih besar ketimbang pada Desember 2021 lalu. Hasil sero survei dilakukan pada Juli 2022 menunjukkan, ada peningkatan kadar antibodi SARS-CoV-2, antibodi Covid-19.
Baca juga: Indovac Resmi Jadi Nama Vaksin Covid Buatan RI, Segini Harganya
"Itu sebabnya Kenapa untuk kasus gelombang BA.4 BA.5 yang di Jepang, Eropa, Amerika itu meningkatkan kasus konfirmasi yang tinggi sekali, di kita (Indonesia) tidak. Karena level imunitas masyarakat Indonesia sudah sangat tinggi," terangnya.
Dalam Sero survei yang dilakukan pada Juli 2022 menjadi 98,5 persen. Sebelumnya dari 87,8 persen pada Desember 2021. Di sisi lain, faktor keterpaparan akibat mutasi Covid-19 itu dianggap cukup ringan dibanding varian Delta tahun lalu.
"Hal itu disebabkan oleh dua hal. pertama vaksinasi kita sangat gencar di bulan November, Desember (tahun 2021), Januari (2022) juga masih tinggi. yang, kedua Alhamdulillah karena infeksi juga," pungkasnya.
Baca juga: Indovac Resmi Jadi Nama Vaksin Covid Buatan RI, Segini Harganya
"Itu sebabnya Kenapa untuk kasus gelombang BA.4 BA.5 yang di Jepang, Eropa, Amerika itu meningkatkan kasus konfirmasi yang tinggi sekali, di kita (Indonesia) tidak. Karena level imunitas masyarakat Indonesia sudah sangat tinggi," terangnya.
Dalam Sero survei yang dilakukan pada Juli 2022 menjadi 98,5 persen. Sebelumnya dari 87,8 persen pada Desember 2021. Di sisi lain, faktor keterpaparan akibat mutasi Covid-19 itu dianggap cukup ringan dibanding varian Delta tahun lalu.
"Hal itu disebabkan oleh dua hal. pertama vaksinasi kita sangat gencar di bulan November, Desember (tahun 2021), Januari (2022) juga masih tinggi. yang, kedua Alhamdulillah karena infeksi juga," pungkasnya.
(thm)
Lihat Juga :