Kepala BKKBN: Ucapan Revolusi Bung Karno Bisa Diwujudkan dengan Inovasi
Selasa, 30 Juni 2020 - 19:32 WIB
Selain itu, Hasto membeberkan, pihaknya juga memasok sebanyak 32.000 alat pelindung diri (APD) untuk para bidang desa selama masa pandemi Covid-19, terhitung sejak Maret 2020.
"Karena itu program kami mencegah baby boom, kami mulai bulan Maret sudah bergegas dengan IDI dengan memberikan layanan proaktif membagi APD bagi 32.000 bidan di desa," papar Hasto.
Langkah lainnya, BKKBN juga telah membuat program layanan serentak sejuta aseptor (peserta Keluarga Berencana) dalam sehari. Hal itu sudah dilakukan saat peringatan hari keluarga nasional tanggal 29 Juni lalu. "Biasanya seremonial, kami gerakkan semua karyawan dan kader (Keluarga Berencana). Jumlahnya ada 1,2 juta kader untuk hadir di tengah keluarga saja untuk memberikan pelayanan," sebut dia.
Langkah terakhir BKKBN, kata Hasto, adalah dengan membuat massive family planning information atau layanan informasi yang masif untuk keluarga berencana.
"Sehingga kami sukses dari pelayanan dan aman dari COVID-19, itu kami pegang teguh. Mudah-mudahan itu menjadi bisa untuk kepentingan branding power equity (kekuatan merek, red) Indonesia berdasarkan kemandirian dan gotong royong," tandasnya.
"Karena itu program kami mencegah baby boom, kami mulai bulan Maret sudah bergegas dengan IDI dengan memberikan layanan proaktif membagi APD bagi 32.000 bidan di desa," papar Hasto.
Langkah lainnya, BKKBN juga telah membuat program layanan serentak sejuta aseptor (peserta Keluarga Berencana) dalam sehari. Hal itu sudah dilakukan saat peringatan hari keluarga nasional tanggal 29 Juni lalu. "Biasanya seremonial, kami gerakkan semua karyawan dan kader (Keluarga Berencana). Jumlahnya ada 1,2 juta kader untuk hadir di tengah keluarga saja untuk memberikan pelayanan," sebut dia.
Langkah terakhir BKKBN, kata Hasto, adalah dengan membuat massive family planning information atau layanan informasi yang masif untuk keluarga berencana.
"Sehingga kami sukses dari pelayanan dan aman dari COVID-19, itu kami pegang teguh. Mudah-mudahan itu menjadi bisa untuk kepentingan branding power equity (kekuatan merek, red) Indonesia berdasarkan kemandirian dan gotong royong," tandasnya.
(maf)
Lihat Juga :