Biaya Haji 2022 Tembus Rp102 Juta, Kemenag Minta Arab Saudi Kurangi Ongkos Masyair

Senin, 15 Agustus 2022 - 07:05 WIB
Dirjen Haji dan Umrah Hilman Latief meminta Arab Saudi mengurangi biaya Masyair dalam pelaksanaan ibadah haji. Foto/kemenag
JAKARTA - Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Hilman Latief meminta Pemerintah Arab Saudi merasionalisasi penambahan biaya layanan Masyair (Arafah, Muzdalifah dan Mina). Sebab tambahan tersebut membuat Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1443H/2022M Indonesia membengkak di kisaran Rp88 juta hingga Rp102 juta.

"Biaya layanan di masyair sebesar 5.600 SAR yang jika di-kurs-kan mencapai Rp22-23 juta. Ini terlalu tinggi untuk layanan empat hari di Arafah, Muzdalifah dan Mina,” kata Hilman dikutip dari laman resmi Kemenag, Senin (15/08/2022)



Hilman menyampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas juga telah mengkomunikasikan hal tersebut kepada Menteri Urusan Haji dan Umrah Saudi beberapa waktu yang lalu.

Baca juga: Sekjen Kemenag Lepas Kepulangan Kloter Terakhir Jamaah Haji 2022

“Semoga ada kebijakan yang lebih proporsional dari Saudi untuk penyelenggaraan haji tahun depan, khususnya biaya layanan di masyair,” tutur Hilman.

Sementara itu, terkait batasan usia jamaah, Hilman juga berharap ada relaksasi dari Pemerintah Arab Saudi, karena dengan adanya pembatasan usia, jamaah banyak yang tidak berangkat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!