Diplomasi ASEAN Pascapandemi
Senin, 08 Agustus 2022 - 19:21 WIB
Andi Purwono. FOTO/DOK SINDO
Andi Purwono
Dosen Hubungan Internasional FISIP dan Wakil Rektor 1 Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang
Pascapandemi, apa yang kini dihadapi Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) yang genap berusia 55 tahun pada 8 Agustus 2022? Visi Komunitas ASEAN 2025 mengingatkan keinginan untuk mengintegrasikan negara-negara anggota dan mengintegrasikan pembangunan. Untuk mengimplementasikan visi tersebut, ASEAN berupaya menjaga perdamaian dan stabilitas dan mengintegrasikan pasar melalui tiga pilar komunitas, yaitu politik-keamanan, ekonomi, dan sosial-budaya.
Dalam kinerja (ASEAN in Action), organisasi ini berupaya membuat kerja sama regional yang berhasil bagi semua orang di kawasan. Ukuran pasar ASEAN sendiri cukup besar, yakni USD2,3 triliun dengan 600 juta orang populasi. Meski diplomasi untuk mencapai keberhasilan bagi semua orang itu strategis, itu tetaplah tidak mudah.
Pertama, ancaman yang muncul di sekitar kawasan saat ini cenderung membesar. Di bidang sosial-ekonomi,ancaman kelesuan ekonomi, kelangkaan bahan pangan, dan energi turut menghantui upaya pemulihan ekonomi pascapandemi.
Di saat bersamaan, masalah lama masih dijumpai, yakni kesamaan produk antarnegara, tingkat perdagangan intra-ASEAN yang rendah, hingga kebutuhan investasi asing. Padahal, di pilar ekonomi, Masyarakat Ekonomi ASEAN menginginkan tercapainya pasar terpadu-tunggal melalui proses integrasi ekonomi regional sehingga tercipta wilayah perekonomian yang stabil, makmur, dan kompetitif atau berdaya saing.
Dosen Hubungan Internasional FISIP dan Wakil Rektor 1 Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang
Pascapandemi, apa yang kini dihadapi Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) yang genap berusia 55 tahun pada 8 Agustus 2022? Visi Komunitas ASEAN 2025 mengingatkan keinginan untuk mengintegrasikan negara-negara anggota dan mengintegrasikan pembangunan. Untuk mengimplementasikan visi tersebut, ASEAN berupaya menjaga perdamaian dan stabilitas dan mengintegrasikan pasar melalui tiga pilar komunitas, yaitu politik-keamanan, ekonomi, dan sosial-budaya.
Dalam kinerja (ASEAN in Action), organisasi ini berupaya membuat kerja sama regional yang berhasil bagi semua orang di kawasan. Ukuran pasar ASEAN sendiri cukup besar, yakni USD2,3 triliun dengan 600 juta orang populasi. Meski diplomasi untuk mencapai keberhasilan bagi semua orang itu strategis, itu tetaplah tidak mudah.
Pertama, ancaman yang muncul di sekitar kawasan saat ini cenderung membesar. Di bidang sosial-ekonomi,ancaman kelesuan ekonomi, kelangkaan bahan pangan, dan energi turut menghantui upaya pemulihan ekonomi pascapandemi.
Di saat bersamaan, masalah lama masih dijumpai, yakni kesamaan produk antarnegara, tingkat perdagangan intra-ASEAN yang rendah, hingga kebutuhan investasi asing. Padahal, di pilar ekonomi, Masyarakat Ekonomi ASEAN menginginkan tercapainya pasar terpadu-tunggal melalui proses integrasi ekonomi regional sehingga tercipta wilayah perekonomian yang stabil, makmur, dan kompetitif atau berdaya saing.
Lihat Juga :