Mengenal Kopaska, Pasukan Elite TNI AL yang Harus Melewati Ujian Neraka

Senin, 11 Juli 2022 - 05:33 WIB
Dilakukan selama dua bulan, materi yang menekankan pada konsep blue jeans soldier ini sebagai lanjutan materi serupa yang telah mereka terima pada tahap Komando. tujuannya agar pasukan Kopaska bisa mendata, mencari tahu berapa komposisi jumlah musuh, kapan saat lengah, demografi, menggalang simpatisan, dan waktu yang tepat untuk operasi penyerbuan atau penyergapan dengan senyap tanpa diketahui musuh.

Pendidikan Penghancuran bawah air Underwater Demolition Team (UDT) merupakan tahap terakhir dari pendidikan Kopaska. Hal ini merupakan keahlian khusus serta ciri khas pasukan katak di seluruh dunia.

Dalam tahap ini dipelajari teknik menjinakkan ranjau, patroli pantai, renang rintis, penyelaman laut dalam, selam dengan Scuba Close Circuit, sabotase kapal musuh dengan torpedo berjiwa, dan penyerbuan dalam laut.

Karena pendidikan ini adalah bagian akhir dari pendidikan madya brevet Paska, pelatih mengadakan latihan berganda yang mencakup keseluruhan materi yang pernah diberikan.

Akhir dari pendidikan Kopaska yang hampir 1 tahun itu ditandai dengan digelarnya operasi amfibi khusus, demo UDT, Infiltrasi, raid amfibi dan keahlian lain yang dimiliki pasukan katak TNI AL ini di depan para petinggi TNI AL. Paskat “muda” ini berhak atas baret merah Kopaska, Brevet Manusia Katak, Brevet Para Dasar, Brevet Menembak TNI AL, Brevet Selam TNI AL, Brevet Renang Selat dan brevet lainnya yang berhak mereka kenakan. Baca juga: Sama-sama Pasukan Elite TNI, Ini Perbedaan Koopssus dan Kopassus

Sebagai awal, mereka akan ditempatkan di detasemen latih yang ada di Armabar dan Armatim selama setahun. Untuk selanjutnya bisa menempuh pendidikan spesialisasi (master/tingkat madya) di bidang masing-masing minimal setelah 2-3 tahun bertugas di Kopaska.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!