Menyingkap Potensi Dahsyat Olahraga Rekreasi
Jum'at, 08 Juli 2022 - 17:58 WIB
Di balik tuntutan kesuksesan dalam penyelenggaraannya, tentu saja yang paling mendasar adalah perwujudan realisasi capaian tema. Sebuah tema besar yang dititipkan dalam penyelenggaraan FORNAS VI 2022, yaitu: “Ayo Olahraga, Masyarakat Sehat, Bugar, Gembira, dan Produktif”. Penyelenggaraan event festival (baca: bukan pertandingan) berisi semangat besar guna terus mengajak semua orang untuk berolahraga agar orang memiliki hidup yang berkualitas, yakni: sehat, bugar, gembira, dan produktif.
Pertama, semangat besar yang menjadi modal ajakan tentu saja harus diawali dari seluruh peserta FORNAS yang datang dari 34 provinsi. Para duta yang hadir bukan semata-mata menampilkan kebolehannya, tetapi juga menjadi “maskot” keteladanan tentang sosok yang giat berolahraga, sehat, bugar, gembira, dan produktif. Sosok-sosok yang demikian menjadi fungsi penjamin ke depan bahwa gerakan “ayo berolahraga” menjadi hal yang akan mudah ditularkan ke orang lain, baik saat penyelenggaraan festival berlangsung atau saat mereka kembali lagi di daerah asal.
Kedua, festival olahraga rekreasi adalah sebuah panggung formal untuk mengampanyekan gaya hidup sehat aktif melalui olahraga. Hal ini sekaligus menjadi sebuah koreksi besar terhadap mind-set publik yang umumnya berkutat pada olahraga sebagai ranahnya orang-orang bertalenta saja. Artinya bahwa setiap orang mendapatkan akses yang sama untuk berolahraga sesuai dengan minat, kemampuan, dan kondisi individual masing-masing. Setiap orang berhak melakukan olahraga yang mudah, murah, meriah demi mendapatkan kondisi yang sehat, bugar, gembira, dan produktif.
Ketiga, formula penganggaran untuk pengembangan olahraga rekreasi/ olahraga masyarakat, memerlukan good will alokasi yang memadai dan bekecukupan. Keberhasilan “membumikan” tema gaya hidup sehat aktif bugar dan produktif yang diusung, akan menjadi energi penopang bagi terciptanya rencana strategis jangka menengah dan panjang setiap daerah.
Outcome dan output olahraga rekreasi berurusan dengan aset yang bersifat non-materi (intangible asset) yang sangat vital. Berpotensi menjadi “jembatan emas” ikut mewujudkan tujuan Sustainable Development Goal’s (SDG’s), di samping dalam era kini memiliki relasi yang kuat dengan capaian tujuan utama Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).
Relasi Kuat dengan DBON
Sebagian besar publik tentu telah memahami bahwa Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2021 Tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) merupakan wujud ikhtiar pemerintah dalam melakukan review total terhadap ekosistem keolahragaan nasional. Implementasinya secara mutlak diperlukan dengan cara membangun koordinasi antar pihak berkepentingan (stakeholder). Bagaimana kontribusi yang dapat dimainkan oleh lingkup olahraga rekreasi/masyarakat?
Beberapa hal yang menjadi catatan penting aneka potensi dahsyat olahraga rekreasi/ masyarakat meliputi setidaknya 4 (empat) butir. Pertama, olahraga rekreasi/olahraga masyarakat memiliki kontribusi yang sangat nyata dalam memberikan dukungan bagi tercapainya tujuan utama DBON. Olahraga rekreasi bahkan memiliki fungsi akselerasi utama untuk mewujudkan angka partisipasi, nilai kebugaran, serta literasi fisik masyarakat yang merupakan indikator inti peningkatan budaya olahraga.
Pertama, semangat besar yang menjadi modal ajakan tentu saja harus diawali dari seluruh peserta FORNAS yang datang dari 34 provinsi. Para duta yang hadir bukan semata-mata menampilkan kebolehannya, tetapi juga menjadi “maskot” keteladanan tentang sosok yang giat berolahraga, sehat, bugar, gembira, dan produktif. Sosok-sosok yang demikian menjadi fungsi penjamin ke depan bahwa gerakan “ayo berolahraga” menjadi hal yang akan mudah ditularkan ke orang lain, baik saat penyelenggaraan festival berlangsung atau saat mereka kembali lagi di daerah asal.
Kedua, festival olahraga rekreasi adalah sebuah panggung formal untuk mengampanyekan gaya hidup sehat aktif melalui olahraga. Hal ini sekaligus menjadi sebuah koreksi besar terhadap mind-set publik yang umumnya berkutat pada olahraga sebagai ranahnya orang-orang bertalenta saja. Artinya bahwa setiap orang mendapatkan akses yang sama untuk berolahraga sesuai dengan minat, kemampuan, dan kondisi individual masing-masing. Setiap orang berhak melakukan olahraga yang mudah, murah, meriah demi mendapatkan kondisi yang sehat, bugar, gembira, dan produktif.
Ketiga, formula penganggaran untuk pengembangan olahraga rekreasi/ olahraga masyarakat, memerlukan good will alokasi yang memadai dan bekecukupan. Keberhasilan “membumikan” tema gaya hidup sehat aktif bugar dan produktif yang diusung, akan menjadi energi penopang bagi terciptanya rencana strategis jangka menengah dan panjang setiap daerah.
Outcome dan output olahraga rekreasi berurusan dengan aset yang bersifat non-materi (intangible asset) yang sangat vital. Berpotensi menjadi “jembatan emas” ikut mewujudkan tujuan Sustainable Development Goal’s (SDG’s), di samping dalam era kini memiliki relasi yang kuat dengan capaian tujuan utama Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).
Relasi Kuat dengan DBON
Sebagian besar publik tentu telah memahami bahwa Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2021 Tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) merupakan wujud ikhtiar pemerintah dalam melakukan review total terhadap ekosistem keolahragaan nasional. Implementasinya secara mutlak diperlukan dengan cara membangun koordinasi antar pihak berkepentingan (stakeholder). Bagaimana kontribusi yang dapat dimainkan oleh lingkup olahraga rekreasi/masyarakat?
Beberapa hal yang menjadi catatan penting aneka potensi dahsyat olahraga rekreasi/ masyarakat meliputi setidaknya 4 (empat) butir. Pertama, olahraga rekreasi/olahraga masyarakat memiliki kontribusi yang sangat nyata dalam memberikan dukungan bagi tercapainya tujuan utama DBON. Olahraga rekreasi bahkan memiliki fungsi akselerasi utama untuk mewujudkan angka partisipasi, nilai kebugaran, serta literasi fisik masyarakat yang merupakan indikator inti peningkatan budaya olahraga.
Lihat Juga :