PDIP Sesalkan Kunjungan Jokowi ke Ukraina dan Rusia Tak Begitu Disorot Media Internasional
Jum'at, 01 Juli 2022 - 08:24 WIB
Effendi mengakui, memang ada hambatan dalam upaya ini. Seperti misalnya, perlu ada kepastian tidak masuk NATO, tidak masuk Uni Eropa bagi wilayah yang berbudaya dan berbahasa Rusia itu harus dilepas dari wilayah kedaulatan Ukraina.
Namun, ia juga mendengar bahwa proses Jokowi ke Kiev ini sangat diuntungkan karena hasil pertemuan G-7 di Jerman sangat kondusif, dan hanya dua negara Canada dan Amerika yang tidak memberikan persetujuan secara terbuka, 5 lagi negara lainnya mendorong dan maju masuk melakukan terobosan.
"Bahkan saya dengar informasinya Emmanuel Macron sendiri minta agar sepulang dari Kiev dan Moskow dia mendapatkan langsung laporannya dari Bapak Jokowi, kalau enggak bisa singgah di Paris paling tidak kita langsung mendapatkan report, karena itu one on one mereka, tidak ada yang mendampingi pertemuan itu, bahkan Menlu pun tidak ikut mendampingi," ungkapnya.
Kemudian, politikus PDIP ini tidak tahu apakah kunjungan Jokowi ke Moskow juga dalam rangka mengajak untuk berdamai melalui tahapan gencatan senjata kemudian masuk dalam perundingan, dan apakah Presiden Jokowi menawarkan juga sebagai mediator dan tempat untuk berunding, seperti misalnya Turki, Jerman, dan Polandia.
"Apakah beliau menawarkan, kalau beliau menawarkan. Saya kira lompatan yang luar biasa, misalnya pertemuannya di mana saja, misalnya di Labuan Bajo," ujarnya.
Namun, ia juga mendengar bahwa proses Jokowi ke Kiev ini sangat diuntungkan karena hasil pertemuan G-7 di Jerman sangat kondusif, dan hanya dua negara Canada dan Amerika yang tidak memberikan persetujuan secara terbuka, 5 lagi negara lainnya mendorong dan maju masuk melakukan terobosan.
"Bahkan saya dengar informasinya Emmanuel Macron sendiri minta agar sepulang dari Kiev dan Moskow dia mendapatkan langsung laporannya dari Bapak Jokowi, kalau enggak bisa singgah di Paris paling tidak kita langsung mendapatkan report, karena itu one on one mereka, tidak ada yang mendampingi pertemuan itu, bahkan Menlu pun tidak ikut mendampingi," ungkapnya.
Kemudian, politikus PDIP ini tidak tahu apakah kunjungan Jokowi ke Moskow juga dalam rangka mengajak untuk berdamai melalui tahapan gencatan senjata kemudian masuk dalam perundingan, dan apakah Presiden Jokowi menawarkan juga sebagai mediator dan tempat untuk berunding, seperti misalnya Turki, Jerman, dan Polandia.
"Apakah beliau menawarkan, kalau beliau menawarkan. Saya kira lompatan yang luar biasa, misalnya pertemuannya di mana saja, misalnya di Labuan Bajo," ujarnya.
Lihat Juga :