Video Call Jadi Obat Rindu Petugas Medis Pasien Corona
Minggu, 26 April 2020 - 13:16 WIB
“Memang kami dibatasi untuk bisa berinteraksi dengan keluarga. Selain ada tidak waktu bagi kami untuk melaksanakan tugas ini, sebulan, satu bulan setengah, dua bulan dengan masa karantina ataupun bisa diperpanjang. Di benak kami para tenaga medis yang sampai saat ini tidak pulang bertemu dan keluarga, mau tidak mau kami harus tetap coba melaksanakan tugasnya dengan baik,” tuturnya.
Saat ini, kata Fitdy, yang menguatkan para tenaga medis adalah rasa yakin dan percaya. “Dokter, perawat, analis dan, tenaga kesehatan lainnya yakin semua memiliki rasa kangen atau rindu terhadap keluarga. Berkumpul, bersenda gurau ataupun sekadar berbicara via handphone dan sebagainya,” katanya. (Baca juga: Kepala BKKBN: Tunda Kehamilan di Masa Pandemi Corona )
Untuk mengatasi kerinduan, para tenaga medis memanfaatkan alat telekomunikasi di sela-sela menjalani tugas. “Melaui video call, kirim foto atau pun sekadar face call dengan keluarga, sanak saudara di kampung atau pun di rumah. Memberikan motivasi terhadap kami semangat kami dalam pelaksanaan tugas ini,” tuturnya.
Dia juga menceritakan beratnya mengenai full alat pelindung diri (APD) selama delapan jam satu hari. "Kami tidak bisa makan, minum dan buang air kecil, sehingga kami berusaha untuk me-manage sehingga pelayanan kami terhadap seluruh pasien dapat terlaksana dengan baik dan sempurna,” tuturnya.
Saat ini, kata Fitdy, yang menguatkan para tenaga medis adalah rasa yakin dan percaya. “Dokter, perawat, analis dan, tenaga kesehatan lainnya yakin semua memiliki rasa kangen atau rindu terhadap keluarga. Berkumpul, bersenda gurau ataupun sekadar berbicara via handphone dan sebagainya,” katanya. (Baca juga: Kepala BKKBN: Tunda Kehamilan di Masa Pandemi Corona )
Untuk mengatasi kerinduan, para tenaga medis memanfaatkan alat telekomunikasi di sela-sela menjalani tugas. “Melaui video call, kirim foto atau pun sekadar face call dengan keluarga, sanak saudara di kampung atau pun di rumah. Memberikan motivasi terhadap kami semangat kami dalam pelaksanaan tugas ini,” tuturnya.
Dia juga menceritakan beratnya mengenai full alat pelindung diri (APD) selama delapan jam satu hari. "Kami tidak bisa makan, minum dan buang air kecil, sehingga kami berusaha untuk me-manage sehingga pelayanan kami terhadap seluruh pasien dapat terlaksana dengan baik dan sempurna,” tuturnya.
(dam)
Lihat Juga :