Kepala BNPT: Penyebar Radikalisme Lakukan Perekrutan Secara Gamblang di Medsos
Senin, 20 Juni 2022 - 14:18 WIB
Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, penyebar radikalisme melakukan perekrutan secara gamblang di media sosial. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Kepala Badan Nasional Pemberantasan Terorisme ( BNPT ) Komjen Pol Boy Rafli Amar mengklaim, paham radikalisme yang mengarah menuju paham terorisme mudah menyebar bak penularan virus Covid-19.
Boy mengungkap, penyebaran paham radikalisme berangsur sangat cepat di dua tahun terakhir. Sehingga, tak heran banyak kalangan masyarakat yang telah terpapar. "Virus intoleransi, radikalisme, seperti bagaimana virus Corona itu selama dua tahun ini menghinggap kepada kalangan masyarakat kita," ujar Boy dalam jumpa pers di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Senin (20/6/2022).
Baca juga: Kepala BNPT Tegaskan Pancasila Ideologi yang Paripurna
Boy menuturkan, paham radikalisme datang dari pihak eksternal. Hal itu bertujuan untuk memecah belah bangsa, sehingga dapat memengaruhi masyarakat melakukan berbagai tindakan ekstrem dan kekerasan. "Tentu ini adalah sebuah kondisi yang sangat tidak menguntungkan, tentu suatu kondisi yang sangat merugikan anak bangsa kita, apalagi kita melihat juga karena propaganda melalui sosial media," ungkapnya.
Boy mengungkap, penyebaran paham radikalisme berangsur sangat cepat di dua tahun terakhir. Sehingga, tak heran banyak kalangan masyarakat yang telah terpapar. "Virus intoleransi, radikalisme, seperti bagaimana virus Corona itu selama dua tahun ini menghinggap kepada kalangan masyarakat kita," ujar Boy dalam jumpa pers di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Senin (20/6/2022).
Baca juga: Kepala BNPT Tegaskan Pancasila Ideologi yang Paripurna
Boy menuturkan, paham radikalisme datang dari pihak eksternal. Hal itu bertujuan untuk memecah belah bangsa, sehingga dapat memengaruhi masyarakat melakukan berbagai tindakan ekstrem dan kekerasan. "Tentu ini adalah sebuah kondisi yang sangat tidak menguntungkan, tentu suatu kondisi yang sangat merugikan anak bangsa kita, apalagi kita melihat juga karena propaganda melalui sosial media," ungkapnya.
Lihat Juga :