BNPT Gelar Patroli Siber Pantau 650 Konten Propaganda Anti NKRI
Senin, 20 Juni 2022 - 14:02 WIB
loading...
Kepala Badan Nasional Pemberantasan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Boy Rafli Amar mencatat terdapat 650 konten propaganda yang mengandung pesan anti NKRI. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Nasional Pemberantasan Terorisme (BNPT) , Komjen Pol Boy Rafli Amar mencatat terdapat 650 konten propaganda yang mengandung pesan anti NKRI. Sehingga, pihaknya terus memberlakukan Patroli Siber guna menekan angka tindakan intoleran.
Boy mengatakan Patroli tersebut merupakan langkah mengantisipasi penyebaran paham khilafah yang tengah marak di Indonesia, salah satunya oleh kelompok Khilafatul Muslimin. Patroli digelar usai pihak kepolisian meringkus 23 tersangka Khilafatul Muslimin. Baca juga: Kepala BNPT Tegaskan Pancasila Ideologi yang Paripurna
Lebih lanjut, Boy mengungkap terdapat 650 konten propaganda yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. Termasuk, mengandung pesan anti NKRI, anti Pancasila, intoleransi, takfiri, konten terkait pendanaan dan pelatihan, hingga glorifikasi ideologi khalifah.
"Takedown terhadap konten yang mengandung 9P: propaganda, perekrutan, pendanaan, pelatihan, pembentukan paramiliter, penyediaan logistik, perencanaan, pelaksanaan serangan dan persembunyian di berbagai platform media sosial," ujar Boy dalam jumpa pers, Senin (20/6/2022).
Boy menjelaskan pihaknya juga tengah melakukan upaya kontra radikalisasi dengan membentuk Duta Damai Dunia Maya. Hal itu, dilakukan dengan melibatkan unsur masyarakat dan tersebar di 13 provinsi.
Boy mengatakan Patroli tersebut merupakan langkah mengantisipasi penyebaran paham khilafah yang tengah marak di Indonesia, salah satunya oleh kelompok Khilafatul Muslimin. Patroli digelar usai pihak kepolisian meringkus 23 tersangka Khilafatul Muslimin. Baca juga: Kepala BNPT Tegaskan Pancasila Ideologi yang Paripurna
Lebih lanjut, Boy mengungkap terdapat 650 konten propaganda yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. Termasuk, mengandung pesan anti NKRI, anti Pancasila, intoleransi, takfiri, konten terkait pendanaan dan pelatihan, hingga glorifikasi ideologi khalifah.
"Takedown terhadap konten yang mengandung 9P: propaganda, perekrutan, pendanaan, pelatihan, pembentukan paramiliter, penyediaan logistik, perencanaan, pelaksanaan serangan dan persembunyian di berbagai platform media sosial," ujar Boy dalam jumpa pers, Senin (20/6/2022).
Boy menjelaskan pihaknya juga tengah melakukan upaya kontra radikalisasi dengan membentuk Duta Damai Dunia Maya. Hal itu, dilakukan dengan melibatkan unsur masyarakat dan tersebar di 13 provinsi.
Lihat Juga :