Ada Haji atau Tidak, Puasa Arafah Tetap Dilaksanakan

Rabu, 24 Juni 2020 - 16:43 WIB
"Di lapangan yang kecil di lingkungan masing-masing sehingga mengurangi kerumunan agar penyebaran COVID-19 tidak merajalela. Orang yang (terlihat) sehat, kita enggak tahu dia dari mana. Banyak terjadi orang tanpa gejala. Kita ingin secepet-cepatnya keluar dari darurat COVID-19," katanya.

Menurutnya, ada beberapa alasan dalam pelaksanakan salat Idul Adha di rumah saat pagebluk COVID-19. Ada firman Allah SWT yang menyatakan 'jangan kamu menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan. Berbuat baiklah karena Allah SWT mencintai orang yang berbuat baik'. "Upaya sekeras-kerasnya mencegah dan menghindarkan diri dari paparan COVID-19," katanya.(Baca juga: Muhammadiyah Anjurkan Salat Idul Adha di Lapangan Tetap Ditiadakan )

Syamsul Anwar menerangkan tentang Idul Adha yang jatuh di hari Jumat. Ini merupakan dua hari raya bagi umat Islam. Menurutnya, Nabi Muhammad memperbolehkan tetap melaksanakan keduanya. Namun, Rasulullah memberikan keringanan dengan memperbolehkan untuk tidak salat Jumat.

Syamsul mengatakan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW itu pada saat situasi normal.

"Kita dalam COVID-19 harus mengurangi pertemuan-pertemuan dalam rangka memutus virus corona. Salat Jumatnya di rumah masing-masing," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!