Radikalisme Marak, Pakar Dorong Agama Jadi Norma Kehidupan Berbangsa

Jum'at, 17 Juni 2022 - 20:41 WIB
Baca juga: Forum Rektor Didorong Aktif Bantu Selesaikan Radikalisme di Kampus

"Banyak persoalan mendasar yang menjadi pekerjaan rumah kita, untuk kita selesaikan secara bersama-sama, dengan bergotong-royong," kata Pontjo.

Ketua Forum Rektor Indonesia Prof Panut Mulyanto mengatakan, agama sejak bangsa ini lahir, telah menjadi kekuatan dan alat pemersatu bangsa. Keragaman agama yang ada di Indonesia oleh para pendiri bangsa dijadikan sebagai alat penguat bangsa Indonesia untuk lebih cepat mencapai kejayaan.

Namun kenyataannya, saat ini ada hal-hal yang dikaitkan agama oleh sebagian masyarakat, sehingga menimbulkan radikalisme dan sikap intoleran, bahkan anti-Pancasila.

Menurutnya, media yang sangat baik untuk mengatasi persoalan tersebut adalah melalui pendidikan dari tingkat PAUD hingga pendidikan tinggi.

"Bagaimana lembaga pendidikan, mampu menanamkan nilai-nilai Pancasila ini serta bagaimana para penganut agama menjalankan ajaran agamanya dengan benar, sehingga pada akhirnya agama bagi bangsa Indonesia benar-benar menjadi alat pemersatu bangsa," kata Panut.

Di luar lembaga pendidikan, penanaman nilai-nilai Pancasila bagi masyarakat bisa dilakukan dengan pendekatan diskusi, pendekatan ekonomi, dan pendekatan humanitas. Panut yakin dengan berbagai model pendekatan seperti itu, maka agama benar-benar akan berfungsi sebagai alat pemersatu bangsa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!