Anggota DPR Yan Permenas Sebut Masyarakat Dukung DOB di Papua
Kamis, 09 Juni 2022 - 18:34 WIB
Anggota Komisi l DPR RI Yan Permenas Mandenas menyebutkan seluruh masyarakat setuju dengan adanya ODB di Papua Barat. Dia menyontohkan wilayah adat Sarere dan kemudian wilayah adat Anim Ha. Foto/Istimewa
JAKARTA - Anggota Komisi l DPR RI Yan Permenas Mandenas menyebutkan seluruh masyarakat setuju dengan adanya daerah otonomi baru (DOB) di Papua Barat. Dia menyontohkan wilayah adat Sarere dan Anim Ha.
“Papua selatan itu masyarakatnya mendukung semua 100 persen," kata Yan kepada wartawan, Kamis (9/6/2022).
Yan menyebut pihaknya masih terus berkomunikasi dengan warga asli Papua Barat. Menurut Yan, yang tidak setuju dengan DOB hanya kelompok tertentu.
"Kalau Majelis Rakyat Papua (MRP) mereka terpecah jadi dua juga, ada yang mendukung dan menolak. Tapi kalau Papua Barat mereka mendukung full, jadi saya pikir pro kontra ini juga tidak tuntas untuk memberikan solusi," terangnya. Baca juga: Temui Jokowi, Majelis Rakyat Papua Bahas Simpang Siur Otsus dan DOB
Jika ada kekhawatiran, Yan mengemukakan bahwa jumlah penduduk Papua tidak signifikan. Dengan adanya DOB, warga asli Papua tak akan tersisih di wilayahnya sendiri.
"Saya pikir itu kembali pemerintah pusat dan daerah untuk bisa membuat regulasi yang memproteksi sehingga memberikan hak sepenuhnya untuk orang asli Papua untuk mengakses lapangan pekerjaan ataupun mengakses juga potensi lain yang bisa diberdayakan," terangnya.
“Papua selatan itu masyarakatnya mendukung semua 100 persen," kata Yan kepada wartawan, Kamis (9/6/2022).
Yan menyebut pihaknya masih terus berkomunikasi dengan warga asli Papua Barat. Menurut Yan, yang tidak setuju dengan DOB hanya kelompok tertentu.
"Kalau Majelis Rakyat Papua (MRP) mereka terpecah jadi dua juga, ada yang mendukung dan menolak. Tapi kalau Papua Barat mereka mendukung full, jadi saya pikir pro kontra ini juga tidak tuntas untuk memberikan solusi," terangnya. Baca juga: Temui Jokowi, Majelis Rakyat Papua Bahas Simpang Siur Otsus dan DOB
Jika ada kekhawatiran, Yan mengemukakan bahwa jumlah penduduk Papua tidak signifikan. Dengan adanya DOB, warga asli Papua tak akan tersisih di wilayahnya sendiri.
"Saya pikir itu kembali pemerintah pusat dan daerah untuk bisa membuat regulasi yang memproteksi sehingga memberikan hak sepenuhnya untuk orang asli Papua untuk mengakses lapangan pekerjaan ataupun mengakses juga potensi lain yang bisa diberdayakan," terangnya.
Lihat Juga :