Doni Monardo: Ancaman Corona Belum Berakhir, Protokol Kesehatan Harga Mati
Senin, 22 Juni 2020 - 20:25 WIB
Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (virus Corona), Letnan Jenderal TNI Doni Monardo menegaskan, bahwa ancaman Covid-19 belum berakhir. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (virus Corona), Letnan Jenderal TNI Doni Monardo menegaskan, ancaman Covid-19 belum berakhir. Sehingga, masyarakat dituntut untuk tetap patuh terhadap protokol kesehatan.
"Masih banyak yang harus kita kerjakan di hari-hari kedepan sebagaimana disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia ancaman Covid-19 ini, belum berakhir," kata Doni di Media Center Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Senin (22/6/2020).
"Kondisi masih dinamis dan ancaman penyebaran itu masih ada. Untuk itu kita dituntut untuk tetap hati-hati waspada dan patuh terhadap protokol kesehatan agar terhindar dari penularan Covid-19," tambahnya. (Baca juga: Update Corona 22 Juni 2020: 46.845 Positif, 18.735 Sembuh, dan 2.500 Meninggal)
Doni menegaskan, kita tidak boleh bosan untuk selalu mengingatkan orang di sekitar kita agar benar-benar menjalankan protokol kesehatan. "Kedisiplinan garis seluruh anggota masyarakat merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi agar kita bisa selamat dari ancaman Covid-19," tegasnya.
Gugus Tugas Nasional, kata Doni juga telah memutuskan bahwa kabupaten/kota yang berada di zona hijau dan kuning dapat mulai mempersiapkan pola adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19.
(Baca juga: Rapid Test Berbayar, Ombudsman Curiga Ada Upaya Cari Keuntungan Pribadi)
"Masih banyak yang harus kita kerjakan di hari-hari kedepan sebagaimana disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia ancaman Covid-19 ini, belum berakhir," kata Doni di Media Center Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Senin (22/6/2020).
"Kondisi masih dinamis dan ancaman penyebaran itu masih ada. Untuk itu kita dituntut untuk tetap hati-hati waspada dan patuh terhadap protokol kesehatan agar terhindar dari penularan Covid-19," tambahnya. (Baca juga: Update Corona 22 Juni 2020: 46.845 Positif, 18.735 Sembuh, dan 2.500 Meninggal)
Doni menegaskan, kita tidak boleh bosan untuk selalu mengingatkan orang di sekitar kita agar benar-benar menjalankan protokol kesehatan. "Kedisiplinan garis seluruh anggota masyarakat merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi agar kita bisa selamat dari ancaman Covid-19," tegasnya.
Gugus Tugas Nasional, kata Doni juga telah memutuskan bahwa kabupaten/kota yang berada di zona hijau dan kuning dapat mulai mempersiapkan pola adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19.
(Baca juga: Rapid Test Berbayar, Ombudsman Curiga Ada Upaya Cari Keuntungan Pribadi)
Lihat Juga :