Anggap Singapura Perlakukan Ustaz Abdul Somad Semena-mena, PKS: Wajar Banyak yang Protes
Rabu, 18 Mei 2022 - 06:47 WIB
"Tentunya harus ada alasan jelas mengapa seseorang dilarang masuk atau 'dideportasi' dari suatu negara. Apalagi UAS seorang ulama dan intelektual terhormat di Indonesia. Jangan sampai ada alasan yang tidak mendasar, like and dislike, dan praduga yang tidak jelas atau tidak ada buktinya," desaknya.
Jazuli menegaskan, bukan hanya UAS, setiap WNI yang telah mengurus dan memiliki dokumen yang dipersyaratkan untuk masuk negara lain harus diperlakukan dengan baik. Jika ada penolakan, maka atas nama transpransi dan akuntabilitas, otoritas negara tersebut harus menjelaskan alasannya. "Sehingga ini berlaku bagi siapa saja warga negara kita, bukan hanya UAS," tegas Jazuli.
Karenanya, dia menegaskan, Fraksi PKS meminta Kedutaan Besar Singapura untuk memberi penjelasan dan klarifikasi karena hal ini sudah menjadi isu publik agar tidak muncul spekulasi yang kontraproduktif dan mengganggu hubungan baik kedua negara.
"Fraksi PKS akan menanyakan langsung kepada Dubes Singapura di Jakarta melalui Kemenlu," pungkas legislator Dapil Banten ini.
Jazuli menegaskan, bukan hanya UAS, setiap WNI yang telah mengurus dan memiliki dokumen yang dipersyaratkan untuk masuk negara lain harus diperlakukan dengan baik. Jika ada penolakan, maka atas nama transpransi dan akuntabilitas, otoritas negara tersebut harus menjelaskan alasannya. "Sehingga ini berlaku bagi siapa saja warga negara kita, bukan hanya UAS," tegas Jazuli.
Karenanya, dia menegaskan, Fraksi PKS meminta Kedutaan Besar Singapura untuk memberi penjelasan dan klarifikasi karena hal ini sudah menjadi isu publik agar tidak muncul spekulasi yang kontraproduktif dan mengganggu hubungan baik kedua negara.
"Fraksi PKS akan menanyakan langsung kepada Dubes Singapura di Jakarta melalui Kemenlu," pungkas legislator Dapil Banten ini.
(muh)
Lihat Juga :