Menyapa Kesiapan Indonesia Hadapi Ancaman Inflasi
Selasa, 17 Mei 2022 - 10:38 WIB
Candra Fajri Ananda (Foto: Ist)
Candra Fajri Ananda
Staf Khusus Menteri Keuangan Republik Indonesia
PEMERINTAH telah mengencangkan sabuk ekonomi yang dipacu dengan semangat optimisme pergerakan ekonomi dari fase recovery menuju ekspansi. Hal yang menantang adalah munculnya ancaman inflasi di berbagai negara di dunia. Berawal dari taper tantrum hingga kini turbulensi inflasi global telah menjadi ancaman baru bagi ekonomi dunia yang patut diwaspadai oleh Indonesia.
Dewasa ini, inflasi menjadi salah satu kekhawatiran utama berbagai negara di dunia. Kekhawatiran tersebut kian bertambah tatkala Inflasi diyakini dapat menjadi akar dari dinamika ekonomi yang berisiko menghambat laju pemulihan ekonomi pasca pandemi. Inflasi di berbagai negara mulai bergerak naik, menyebabkan melemahnya daya beli dan akhirnya memperlambat proses pemulihan ekonomi. Beberapa kejadian seperti perang Rusia-Ukraina, pergerakan tingkat bunga meningkat, program belanja perlindungan covid-19 yang berlebihan bahkan sampai defisit diatas 10%, merupakan beberapa penyebab munculnya inflasi tinggi ini.
Bloomberg mencatat bahwa Amerika Serikat dan Inggris saat ini telah masuk dalam gelombang inflasi tertinggi sejak 1980-an. Sementara itu, Sri Lanka dan Pakistan jatuh ke dalam krisis setelah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) memperingatkan badai besar pada negara berkembang karena kenaikan harga komoditas. Selain itu, analis Bloomberg juga menyebutkan bahwa kombinasi dampak perang dan Covid-19 dapat berujung pada pertumbuhan ekonomi yang melandai.
Kondisi Ekonomi Indonesia
Staf Khusus Menteri Keuangan Republik Indonesia
PEMERINTAH telah mengencangkan sabuk ekonomi yang dipacu dengan semangat optimisme pergerakan ekonomi dari fase recovery menuju ekspansi. Hal yang menantang adalah munculnya ancaman inflasi di berbagai negara di dunia. Berawal dari taper tantrum hingga kini turbulensi inflasi global telah menjadi ancaman baru bagi ekonomi dunia yang patut diwaspadai oleh Indonesia.
Dewasa ini, inflasi menjadi salah satu kekhawatiran utama berbagai negara di dunia. Kekhawatiran tersebut kian bertambah tatkala Inflasi diyakini dapat menjadi akar dari dinamika ekonomi yang berisiko menghambat laju pemulihan ekonomi pasca pandemi. Inflasi di berbagai negara mulai bergerak naik, menyebabkan melemahnya daya beli dan akhirnya memperlambat proses pemulihan ekonomi. Beberapa kejadian seperti perang Rusia-Ukraina, pergerakan tingkat bunga meningkat, program belanja perlindungan covid-19 yang berlebihan bahkan sampai defisit diatas 10%, merupakan beberapa penyebab munculnya inflasi tinggi ini.
Bloomberg mencatat bahwa Amerika Serikat dan Inggris saat ini telah masuk dalam gelombang inflasi tertinggi sejak 1980-an. Sementara itu, Sri Lanka dan Pakistan jatuh ke dalam krisis setelah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) memperingatkan badai besar pada negara berkembang karena kenaikan harga komoditas. Selain itu, analis Bloomberg juga menyebutkan bahwa kombinasi dampak perang dan Covid-19 dapat berujung pada pertumbuhan ekonomi yang melandai.
Kondisi Ekonomi Indonesia
Lihat Juga :