Moeldoko Effect Dinilai Masih Menggelinding Dalam Isu Strategis di Tanah Air

Sabtu, 09 April 2022 - 23:55 WIB
Direktur Lembaga Riset dan Penelitian Indonesia (RISPENINDO) George Kuahaty menilai Moeldoko effect ternyata masih menggelinding dalam isu strategis di Tanah Air. Foto/KSP
JAKARTA - Kepala Kantor Kepresidenan Moeldoko meminta persoalan pencatutan nama Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin yang bertujuan meminta bantuan dana diselesaikan dengan baik. Moeldoko menyatakan bahwa pencatutan nama KSP selalu terjadi.

Terakhir adalah surat yang ditujukan kepada Wali Kota Cirebon. "Ini bukan yang pertama tapi sering terjadi. Untuk itu Moeldoko dengan tegas meminta masalah ini diselesaikan dengan tuntas," ujar Moeldoko. Baca juga: Moeldoko: Jika Ada yang Ngaku KSP dan Minta Macam-macam, Tangkap Saja



Menanggapi hal itu, Direktur Lembaga Riset dan Penelitian Indonesia (RISPENINDO) George Kuahaty menilai Moeldoko effect ternyata masih menggelinding dalam isu strategis di Tanah Air. Istilah Moeldoko effect diketahui muncul pada pertengahan tahun 2021. Effect yang dimunculkan dengan hantaman positif maupun negatif justru sebaliknya telah menjadikannya kuantum.

"Dalam penelusuran KBBI, kuantum berarti banyak dan energi. Dalam Merriam Webster Dictionary menyebutkan bahwa quantum dapat berarti besar dan signifikan. Walaupun istilah ini sering ditemukan pada kamus fisika, kuantum sudah sering dipakai dalam masyarakat dengan kalimat lompatan besar," ujarnya alam keterangannya, Sabtu (9/4/2022).

George mengatakan kehadiran Moeldoko dalam situasi apa pun masih menjadikannya magnet. Pada kasus surat palsu, lanjutnya, jelas memperlihatkan bagaimana saktinya peran KSP yang dikomandoi Moeldoko dipakai untuk kepentingan sesat oleh segelintir orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

"Ini bukan berbicara soal surat palsu, tapi nama siapa yang dicatut. Nama Moeldoko bukan sekadar nama biasa di Indonesia. Justru sebaliknya dengan isu yang bersifat tone negatif telah menjadikan nama Moeldoko bergerak secara kuantum politik," paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!