Guru Besar UI: Awas, Dexamethasone Tak Cocok untuk Pencegahan Covid-19
Kamis, 18 Juni 2020 - 12:48 WIB
“Bahkan beberapa kanker kelompok steroid ini menggunakan (dexamethasone) untuk kombinasi dengan obat anti kanker sebagai kemoterapi. Obat golongan steroid ini juga digunakan untuk beberapa kelainan darah, asma, alergi pada mata dan THT,” jelasnya.
(Baca: Berbahaya, Prancis Larang Hydroxychloroquine untuk Obati Covid-19)
Meski disebut obat dewa, dexamethasone mempunyai efek samping. Untuk jangka pendek, biasa pasien akan merasa sakit lambung sampai mual dan muntah. Selain itu, membuat sakit kepala, nafsu makan meningkat, serta sulit tidur dan gelisah.
Efek jangka panjangnya, antara lain, terjadi moon face (wajah bengkak seperti bulan), peningkatan kadar gula darah, tekanan darah meningkat, tulang keropos. Juga menurunkan daya tahan tubuh sehingga rentan terhadap infeksi.
“Obat ini terbukti efektif untuk mengurangi risiko kematian pada pasien Covid-19. Tetapi obat ini mempunyai catatan efek samping yang panjang sehingga harus digunakan sesuai petunjuk dokter,” pungkasnya.
(Baca: Berbahaya, Prancis Larang Hydroxychloroquine untuk Obati Covid-19)
Meski disebut obat dewa, dexamethasone mempunyai efek samping. Untuk jangka pendek, biasa pasien akan merasa sakit lambung sampai mual dan muntah. Selain itu, membuat sakit kepala, nafsu makan meningkat, serta sulit tidur dan gelisah.
Efek jangka panjangnya, antara lain, terjadi moon face (wajah bengkak seperti bulan), peningkatan kadar gula darah, tekanan darah meningkat, tulang keropos. Juga menurunkan daya tahan tubuh sehingga rentan terhadap infeksi.
“Obat ini terbukti efektif untuk mengurangi risiko kematian pada pasien Covid-19. Tetapi obat ini mempunyai catatan efek samping yang panjang sehingga harus digunakan sesuai petunjuk dokter,” pungkasnya.
(muh)
Lihat Juga :