Cincin Api di Tanah Terjanji
Rabu, 06 April 2022 - 16:39 WIB
Ia memaparkan, mitigasi bencana yang perlu dilakukan oleh masyarakat adalah pertama memahami akan jenis ancaman yang ada pada wilayah tempat tinggal. Kedua, memahami cara-cara melakukan evakuasi seperti menentukan jalur evakuasi dan tempat evakuasi.
"Ketiga, melakukan response drill secara berkala. Terakhir membantu melakukan sosialisasi dalam keluarga, sehingga semua anggota keluarga memiliki pemahaman yang sama," tuturnya.
Di samping itu, ia juga menyarankan kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) untuk memasukkan kurikulum terkait kebencanaan untuk siswa sekolah. Hal ini agar masyarakat paham mengenai kondisi geologi Indonesia serta dapat memberikan respons yang tepat bila bencana terjadi.
7 Provinsi Masuk Status Waspada Bencana
Sementara itu, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ), sepanjang 2021 telah terjadi 5.402 bencana alam di Indonesia. Dari ribuan kejadian bencana itu, 90% didominasi bencana hidrometeorologi.
"Baik itu hidrometeorologi basah seperti banjir, tanah longsor dan cuaca ekstrem maupun kebakaran hutan," ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers, Jumat (1/4/2022). Baca juga: Masuk Musim Pancaroba, Masyarakat Diminta Waspada Cuaca Ekstrem
"Ketiga, melakukan response drill secara berkala. Terakhir membantu melakukan sosialisasi dalam keluarga, sehingga semua anggota keluarga memiliki pemahaman yang sama," tuturnya.
Di samping itu, ia juga menyarankan kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) untuk memasukkan kurikulum terkait kebencanaan untuk siswa sekolah. Hal ini agar masyarakat paham mengenai kondisi geologi Indonesia serta dapat memberikan respons yang tepat bila bencana terjadi.
7 Provinsi Masuk Status Waspada Bencana
Sementara itu, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ), sepanjang 2021 telah terjadi 5.402 bencana alam di Indonesia. Dari ribuan kejadian bencana itu, 90% didominasi bencana hidrometeorologi.
"Baik itu hidrometeorologi basah seperti banjir, tanah longsor dan cuaca ekstrem maupun kebakaran hutan," ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers, Jumat (1/4/2022). Baca juga: Masuk Musim Pancaroba, Masyarakat Diminta Waspada Cuaca Ekstrem
Lihat Juga :