YBI Ajak Masyarakat Ikut Lestarikan Batik Indonesia
Kamis, 18 Juni 2020 - 07:06 WIB
Ketua Yayasan Batik Indonesia (YBI), Yanti Airlangga Hartarto mengajak masyarakat peduli terhadap kelestarian batik Indonesia. Foto/SINDOnews/Kiswondari
JAKARTA - Yayasan Batik Indonesia (YBI) mengajak masyarakat peduli terhadap kelestarian batik Indonesia. Pasalnya, batik merupakan salah satu kebanggaan dan warisan budaya Indonesia yang diakui oleh dunia. Dia pun mengajak masyarakat untuk tetap mengunjungi Museum Tekstil dengan mengedepankan protokol kesehatan COVID-19 .
“Ini adalah bentuk kepedulian dari YBI untuk museum tekstil dan pengunjung museum tekstil batik agar dapat melihat museum dengan protokol kesehatan yang baik dan benar,” ujar Ketua YBI, Yanti Airlangga Hartarto kepada wartawan saat memberikan bantuan berupa washtafel protokol COVID-19 untuk Museum Tekstil di Jakarta, Rabu (17/6/2020). (Baca juga: Update Corona Indonesia 17 Juni 2020: 41.431 Orang Positif, 16.243 Sembuh, dan 2.276 Meninggal)
Yanti Airlangga mengimbau masyarakat untuk mengunjungi galeri batik YBI di Museum Tekstil yang kaya akan budaya. “Di sini kita mempelajari bahwa jiwa-jiwa pembatik itu tidak hanya sekadar membatik, bukan hanya sekadar menggores. Tapi dilakukan dengan sepenuh hati. Terutama batik-batik yang sudah lawas, yang tidak kalah kualitasnya dengan batik baru,” tuturnya.
Dia juga menuturkan di Museum Tekstil masyarakat juga bisa berlatih membatik dari awal prosesnya hingga tahap akhir sebuah kain berubah menjadi kain batik.
“Ini adalah bentuk kepedulian dari YBI untuk museum tekstil dan pengunjung museum tekstil batik agar dapat melihat museum dengan protokol kesehatan yang baik dan benar,” ujar Ketua YBI, Yanti Airlangga Hartarto kepada wartawan saat memberikan bantuan berupa washtafel protokol COVID-19 untuk Museum Tekstil di Jakarta, Rabu (17/6/2020). (Baca juga: Update Corona Indonesia 17 Juni 2020: 41.431 Orang Positif, 16.243 Sembuh, dan 2.276 Meninggal)
Yanti Airlangga mengimbau masyarakat untuk mengunjungi galeri batik YBI di Museum Tekstil yang kaya akan budaya. “Di sini kita mempelajari bahwa jiwa-jiwa pembatik itu tidak hanya sekadar membatik, bukan hanya sekadar menggores. Tapi dilakukan dengan sepenuh hati. Terutama batik-batik yang sudah lawas, yang tidak kalah kualitasnya dengan batik baru,” tuturnya.
Dia juga menuturkan di Museum Tekstil masyarakat juga bisa berlatih membatik dari awal prosesnya hingga tahap akhir sebuah kain berubah menjadi kain batik.
Lihat Juga :