Kepala BIN: Kenaikan Harga Pertamax Sudah Memenuhi Rasa Keadilan

Senin, 04 April 2022 - 10:29 WIB
Mantan Wakapolri ini mengimbau agar masyarakat memahami bahwa kenaikan harga BBM kali ini masih tetap memperhitungkan kemampuan daya beli masyarakat, sekalipun itu terhadap kelas menengah dan atas yang sebenarnya memiliki daya beli cukup kuat. "Oleh karena itu, sangat penting untuk menciptakan kesadaran bersama di kalangan masyarakat kelas menengah dan atas untuk lebih mengembangkan sikap solidaritas dan semangat gotong royong dengan masyarakat kelas bawah," tuturnya.

Budi meminta masyarakat kelas menengah dan kelas atas perlu bertenggang rasa memberikan kesempatan bagi masyarakat yang memang lebih membutuhkan. Termasuk menunjukkan rasa solidaritas terhadap masyarakat kelas bawah. "Khususnya pada momen ketika pemerintah menaikkan harga BBM nonsubsidi seperti saat ini, dengan tidak beralih pada BBM jenis pertalite," ungkapnya.

Menurut Budi, kenaikan harga Pertamax di Tanah Air dipengaruhi harga minyak dunia yang terus mengalami lonjakan sepanjang 2022 ini. Penyesuaian BBM merupakan jalan satu-satunya untuk mengatasi inflasi serta pembengkakan dari APBN untuk subsidi. Harga Pertamax dinaikkan karena alasan minyak dunia sebagai variabel terikat minyak yang diimpor oleh Indonesia. ”Meskipun Pertamax bukanlah BBM yang disubsidi langsung oleh pemerintah, secara umum penyediaan BBM di dalam negeri ini masih mengandung komponen subsidi,” paparnya.

Karenanya, latar belakang pemerintah menaikkan harga BBM ialah pengeluaran negara untuk subsidi BBM itu sendiri yang sudah terlalu besar. Sehingga diperlukan adanya pemangkasan agar dapat diaplikasikan kepada sektor lain yang lebih nyata, seperti sektor pendidikan ataupun kesehatan. Sebab dana yang disubsidikan untuk bahan bakar minyak selama ini kurang tepat sasaran.

Budi menambahkan, selama ini subsidi BBM hanya diperoleh oleh kalangan menengah ke atas yang mengonsumsi paling besar. ”Pengurangan subsidi ini bertujuan agar subsidi dapat dialokasikan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang tepat sasaran,” ucapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!