Bermain di Harga Pertamax
Kamis, 31 Maret 2022 - 18:02 WIB
Rencana kenaikan harga bahan bakar khusus alias nonsubsidi jenis Pertamax dengan RON 92 kembali mengemuka dan memicu pro kontra di masyarakat. (KORAN SINDO/Wawan Bastian)
WACANA kenaikan harga bahan bakar khusus alias nonsubsidi jenis Pertamax dengan RON 92 kembali mengemuka secara masif. Momentum jelang Ramadan di mana harga-harga bahan pokok umumnya naik dinilai banyak pihak justru meresahkan masyarakat. Wacana kenaikan dengan membandingkan harga BBM jenis serupa di Thailand tentu bukan hal yang pas. Mengingat di Thailand harga jual yang dijadikan perbandingan yakni harga jual di SPBU swasta (Shell).
Memang harga BBM setara Pertamax di Thailand (RON 91) setara dengan Rp17.045 per liter. Namun. di Malaysia harga BBM Ron 95 yang kualitasnya lebih baik deibandingkan Pertamax RON 92 dijual setara Rp 6.990 per liter. Jauh lebih murah dibandingkan Pertamax yang dijual Rp 9.000 per liter, bahkan dibandingkan Pertalite dengan kualitas lebih rendah, BBM RON 95 di Malaysia masih lebih murah. Di dalam negeri, Pertalite yang memiliki RON 90 dijual Rp7.650 per liter.
Yang mengagetkan publik, ada rencana penghapusan bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium (RON 88) yang saat ini sejatinya sudah langka pada 2022 mendatang dan juga Pertalite (RON 90) secara bertahap.
Problematika harga BBM terjadi di seluruh era pemerintahan. Mahalnya harga BBM di dalam negeri seperti yang diungkapkan Pertamina tahun lalu, lantaran kilang-kilang pengolahan di dalam negeri tidak efisien. Ongkos produksi BBM di kilang domestik mahal, karena enam kilang yang beroperasi saat ini berusia tua bahkan ada yang berusia setengah abad. Biaya produksi yang tinggi menjadi alasan utama kenapa harga bahan bakar minyak atau BBM di dalam negeri cukup tinggi.
Memang harga BBM setara Pertamax di Thailand (RON 91) setara dengan Rp17.045 per liter. Namun. di Malaysia harga BBM Ron 95 yang kualitasnya lebih baik deibandingkan Pertamax RON 92 dijual setara Rp 6.990 per liter. Jauh lebih murah dibandingkan Pertamax yang dijual Rp 9.000 per liter, bahkan dibandingkan Pertalite dengan kualitas lebih rendah, BBM RON 95 di Malaysia masih lebih murah. Di dalam negeri, Pertalite yang memiliki RON 90 dijual Rp7.650 per liter.
Yang mengagetkan publik, ada rencana penghapusan bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium (RON 88) yang saat ini sejatinya sudah langka pada 2022 mendatang dan juga Pertalite (RON 90) secara bertahap.
Problematika harga BBM terjadi di seluruh era pemerintahan. Mahalnya harga BBM di dalam negeri seperti yang diungkapkan Pertamina tahun lalu, lantaran kilang-kilang pengolahan di dalam negeri tidak efisien. Ongkos produksi BBM di kilang domestik mahal, karena enam kilang yang beroperasi saat ini berusia tua bahkan ada yang berusia setengah abad. Biaya produksi yang tinggi menjadi alasan utama kenapa harga bahan bakar minyak atau BBM di dalam negeri cukup tinggi.
Lihat Juga :