KSAU Ungkap tentang Domain Air Power di Pertempuran Modern, Apa Itu?
Rabu, 30 Maret 2022 - 15:14 WIB
Menurut mantan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II tersebut, evolusi kekuatan tempur udara dan antariksa akan menjadi penentu pertempuran masa depan.
"Sebagai insan dirgantara, kita dapat menyimpulkan bahwa air power adalah kekuatan yang masih dan akan terus berevolusi," tutur Marsekal Fadjar mengungkapkan.
Selain kekuatan space power, Marsekal Fadjar juga menyampaikan urgensi pengembangan kekuatan tempur di bidang teknologi. Hal ini mengingat anjuran Presiden Jokowi yang menginginkan adanya usaha pengembangan transformasi digital.
"Secara khusus saya meminta agar pada seminar kali ini mengangkat Peperangan Generasi Kelima. Karakter perang generasi kelima akan banyak bertumpu pada aksi atau ancaman non-kinetik. Hal ini dapat berupa disrupsi energi, sosial, dan ekonomi, hingga dis-informasi," ujarnya.
Ditemui di tempat yang lain, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Andi Widjajanto menjelaskan seminar Air Power tersebut merupakan bagian dari program jangka panjang TNI AU yang hendak mengalihkan kekuatan perang generasi ketiga menuju perang generasi kelima di tahun 2024.
"TNI AU mengejar sampai 2024 itu supaya kita beralih dari perang generasi tiga yang perangnya konvensional dengan pesawat tempur, kemudian beralih ke generasi empat hingga menuju perang generasi kelima yaitu sudah multi domain, itu yang dibahas hari ini," ujar Andi kepada wartawan.
Dia menilai kemampuan multi domain ini menjadi kunci guna menghadapi berbagai macam pertempuran. "Teknologi-teknologi lintas domain yang menggabungkan bukan hanya misalnya pesawat tempur dengan rudal tapi dengan mekanisme surveillance," ujarnya.
"Sebagai insan dirgantara, kita dapat menyimpulkan bahwa air power adalah kekuatan yang masih dan akan terus berevolusi," tutur Marsekal Fadjar mengungkapkan.
Selain kekuatan space power, Marsekal Fadjar juga menyampaikan urgensi pengembangan kekuatan tempur di bidang teknologi. Hal ini mengingat anjuran Presiden Jokowi yang menginginkan adanya usaha pengembangan transformasi digital.
"Secara khusus saya meminta agar pada seminar kali ini mengangkat Peperangan Generasi Kelima. Karakter perang generasi kelima akan banyak bertumpu pada aksi atau ancaman non-kinetik. Hal ini dapat berupa disrupsi energi, sosial, dan ekonomi, hingga dis-informasi," ujarnya.
Ditemui di tempat yang lain, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Andi Widjajanto menjelaskan seminar Air Power tersebut merupakan bagian dari program jangka panjang TNI AU yang hendak mengalihkan kekuatan perang generasi ketiga menuju perang generasi kelima di tahun 2024.
"TNI AU mengejar sampai 2024 itu supaya kita beralih dari perang generasi tiga yang perangnya konvensional dengan pesawat tempur, kemudian beralih ke generasi empat hingga menuju perang generasi kelima yaitu sudah multi domain, itu yang dibahas hari ini," ujar Andi kepada wartawan.
Dia menilai kemampuan multi domain ini menjadi kunci guna menghadapi berbagai macam pertempuran. "Teknologi-teknologi lintas domain yang menggabungkan bukan hanya misalnya pesawat tempur dengan rudal tapi dengan mekanisme surveillance," ujarnya.
Lihat Juga :