Pilkada di Tengah Corona Jadi Ajang Pertaruhan Kesehatan Masyarakat
Rabu, 17 Juni 2020 - 19:10 WIB
"Beberapa negara yang menyelenggarakan pemilu ada petugas yang terkena COVID-19 , ada juga pemilih yang terkena Covid. Itu yang menandai mengapa Prancis setelah putaran pertama mereka pada Maret 2020, menunda pemilu lokal putaran kedua karena ekses penyelenggara pemilu menyebabkan peningkatan korban Covid," katanya.
Menurut Titi, dalam new nornal ini tentu harus menyesuaikan tiga hal, yakni tata cara, prosedur, dan mekanisme. Yang berkaitan dengan kualitas, pelayanan publik dan prinsip pemilu yang bebas dan adil, tidak boleh ada pengurangan standar dan mutunya. Jadi, jangan sampai tahu problem yang dihadapi, tapi ada kecenderungan untuk lebih permisif terhadap pemenuhan standar yang didapat publik dalam pelaksanaan pilkada.
"Wajar jika masyarakat merespons pilkada ini sangat kritis, karena pilkada bukan pertaruhan agenda elektoral tapi ada pertaruhan kesehatan dan keselamatan mereka," katanya.
Menurut Titi, dalam new nornal ini tentu harus menyesuaikan tiga hal, yakni tata cara, prosedur, dan mekanisme. Yang berkaitan dengan kualitas, pelayanan publik dan prinsip pemilu yang bebas dan adil, tidak boleh ada pengurangan standar dan mutunya. Jadi, jangan sampai tahu problem yang dihadapi, tapi ada kecenderungan untuk lebih permisif terhadap pemenuhan standar yang didapat publik dalam pelaksanaan pilkada.
"Wajar jika masyarakat merespons pilkada ini sangat kritis, karena pilkada bukan pertaruhan agenda elektoral tapi ada pertaruhan kesehatan dan keselamatan mereka," katanya.
(abd)
Lihat Juga :