Pemerintah Dukung Penuh Unair Kembangkan Obat Corona
Selasa, 16 Juni 2020 - 21:16 WIB
Dalam kunjungan itu, Menko Muhadjir juga meninjau fasilitas untuk uji spesimen COVID-19 yang ada di laboratorium Unair. "Saya sudah cek, fasilitasnya sudah sangat bagus. Kemudian di sini ada RS khusus covid dengan kapasitas hampir 300 bed dengan fasilitas yang sangat memadai," katanya.
Muhadjir mengatakan, Unair merupakan salah satu perguruan tinggi yang menjadi andalan untuk mendukung uji spesimen di wilayah Jawa Timur, khususnya Surabaya. "Itu karena di sini ada fasilitas laboratorium BSL-3 yang tingkat keamanannya untuk uji spesimen bisa dibilang 99%, termasuk akurasinya," katanya.(Baca juga: Gedung Avian Flu Bakal Digunakan untuk Kembangkan Vaksin Corona )
Untuk diketahui, tim peneliti Universitas Airlangga dengan didukung dari BNPB dan BIN berhasil menemukan obat yang berpotensi untuk mengobati pasien COVID-19. Dikutip dari laman news.unair.id, Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga, Purwati menjelaskan, obat tersebut terdiri dari lima kombinasi regimen obat dari obat-obat yang sudah beredar di pasaran yakni Lopinavir/ritonavir dengan azithromicyne; Lopinavir/ritonavir dengan doxycyline; Lopinavir/ritonavir dengan chlaritromycine; Hydroxychloroquine dengan azithromicyne; dan Hydroxychloroquine dengan doxycycline.
Dijelaskan Purwati, regimen kombinasi obat corona tersebut tidak untuk diperjualbelikan secara bebas.
Muhadjir mengatakan, Unair merupakan salah satu perguruan tinggi yang menjadi andalan untuk mendukung uji spesimen di wilayah Jawa Timur, khususnya Surabaya. "Itu karena di sini ada fasilitas laboratorium BSL-3 yang tingkat keamanannya untuk uji spesimen bisa dibilang 99%, termasuk akurasinya," katanya.(Baca juga: Gedung Avian Flu Bakal Digunakan untuk Kembangkan Vaksin Corona )
Untuk diketahui, tim peneliti Universitas Airlangga dengan didukung dari BNPB dan BIN berhasil menemukan obat yang berpotensi untuk mengobati pasien COVID-19. Dikutip dari laman news.unair.id, Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga, Purwati menjelaskan, obat tersebut terdiri dari lima kombinasi regimen obat dari obat-obat yang sudah beredar di pasaran yakni Lopinavir/ritonavir dengan azithromicyne; Lopinavir/ritonavir dengan doxycyline; Lopinavir/ritonavir dengan chlaritromycine; Hydroxychloroquine dengan azithromicyne; dan Hydroxychloroquine dengan doxycycline.
Dijelaskan Purwati, regimen kombinasi obat corona tersebut tidak untuk diperjualbelikan secara bebas.
(abd)
Lihat Juga :