Profil Sunardi, Dokter yang Ditembak Mati Densus 88

Jum'at, 11 Maret 2022 - 17:12 WIB
Bambang tidak mengetahui secara pasti dokter Sunardi berasal dari mana. Pasalnya, sejak tinggal di lingkungan di mana dirinya menjabat sebagai Ketua RT, dokter Sunardi belum menyerahkan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Pengenal (KTP).

"Tidak ada serahkan KK dan KTP. Tinggal bersama istri anaknya ada 4. Dia membuka praktik di rumah. Kalau saya lihat pasiennya juga tidak begitu banyak. (Tempat tinggal) tidak tahu pasti sendiri atau menyewa, Saya juga tidak begitu tahu," jelasnya

Ungkap Bambang, dokter Sunardi tak pernah membayar iuran sebesar Rp25 ribu tiap bulannya. Meski jarang berinteraksi, namun Bambang mengakui bila dokter Sunardi rajin pergi salat berjamaah di masjid.

"Selama saya jadi Ketua RT, Dokter Sunardi tak pernah membayar iuran sebesar Rp25 ribu tiap bulannya. Tapi saya akui beliau sangat rajin ke masjid. Kebetulan saya juga takmir masjid. Palimg ketemu di masjid. Pas maghrib dan isya. Dia ke masjid menggunakan tongkat karena kakinya cedera akibat kecelakaan," terangnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!