Modal Besar Muhaimin Iskandar dari Jawa Timur

Jum'at, 11 Maret 2022 - 14:45 WIB
Pengasuh Ponpes Lirboyo Kediri KH Abdullah Kafabihi Mahrus (kiri), Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar (dua dari kiri), dan Pemangku Ponpes Lirboyo KH Anwar Mansur (tengah), di Kompleks Ponpes Lirboyo, Kediri, Selasa (8/3/2022)
JAKARTA - Safari Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) ke kantong-kantong warga Nahdlatul Ulama (Nadhliyin) di Jawa Timur memberikan hasil positif. Mantan Ketua Umum PB PMII tersebut mendapatkan banyak dukungan dari para kiai, para gus, maupun para santri untuk maju sebagai calon Presiden dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. (Baca Juga :Kiai Nurul Huda Djazuli Ploso Ajak Nahdliyin Dukung Gus Muhaimin di Pilpres 2024)

Gus Muhaimin dinilai memiliki kapasitas baik dari segi kapabilitas, pengalaman, maupun jaringan sebagai representasi nahdliyin dalam Pilpres 2024. Pria asli Jombang ini juga dipandang sebagai satu-satunya sosok santri yang bisa membawa dan memperjuangkan aspirasi kaum sarungan di jagat politik nasional. Keluwesan alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut juga dinilai bisa mencairkan ketegangan-ketegangan antarelit politik akibat perbedaan ideologis, kepentingan, maupun perbedaan cara pandang. “Calon Presiden yang paling NU, ya Gus Muhaimin. Dari segi nasab dan lain-lain,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH Abdullah Kafabihi Mahrus, saat menerima kunjungan Gus Muhaimin di Kompleks Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, tengah pekan ini.



Rais Syuriah PBNU mengatakan bahwa langkah Gus Muhaimin maju sebagai capres yang bukan atas keinginan sendiri, namun atas permintaan kiai dan para gus, sudah sesuai dengan yang diajarkan dalam syariat agama. ”Gus Muhaimin akan maju menjadi capres ini atas permintaan gus-gus (para putra kiai), bukan beliau yang meminta, ini sesuai dengan ajaran syariat,” ujarnya.

Kiai Abdullah Kafabihi Mahrus mengatakan bahwa jumlah jamaah NU ini luar biasa banyak, mencapai ratusan juta. Jika semua bisa bersatu, kompak maka dipastikan akan merebut kemenangan. ”Cuma menyatukannya itu yang sulit. Kalau kita ada kesadaran bersama dalam momen-momen yang penting, kita akan menang. Kekalahan kita karena kita suka berbeda-beda, pecah. Bagaimana kita harus bersatu,” tuturnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!