UAS Tanggapi Enteng Daftar Dai Radikal: Iklan Gratis Menjelang Ramadhan

Kamis, 10 Maret 2022 - 04:30 WIB
Lantaran merasa penasaran, lanjut UAS, masyarakat terdorong mencari materi-materi ceramah para ustaz yang disebut radikal. ”Jadi, diharapkan masyarakat berhati-hati malah mereka mencari dan tertarik pembicaraannya mengajak ke masjid, bicara keadilan. Itu bukan radikal. Bagi ibu-ibu sekarang radikal itu kalau kesulitan mencari minyak dan tahu tempe,” tutur ustaz kelahiran 1977 ini.

Memang, UAS mengakui daftar yang beredar mencantumkan larangan untuk mengundang nama yang tertera sebagai penceramah. Tetapi lagi-lagi dia meresponsnya dengan santai. Sebab bukan sekali dua kali masyarakat dilarang untuk melakukan sesuatu.

”Masyarakat kita ini sudah terbiasa bertahun-tahun, kalau yang diumumkan A itu artinya B, kalau B itu A. Jadi begitu dikatakan ini ustaz tidak baik, masyarakat sudah berpikir..ah ini baik berarti.. Jadi logika itu masyarakat sudah terbiasa,” kata UAS tersenyum.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!