Nurdin Basirun Huni Lapas Sukamiskin sejak 10 Juni
Minggu, 14 Juni 2020 - 21:13 WIB
Dia melanjutkan, Nurdin melalui tim penasihat hukumnya juga telah membayar uang denda, biaya perkara sebesar Rp7.500, dan uang pengganti sebelum Nurdin dieksekusi ke Lapas Sukamiskin. Pembayaran dilakukan dengan mekanisme transfer ke rekening KPK. Pembayaran uang pengganti, kata Asri, dilakukan dalam dua tahap. Pertama, Rp2.228.500.000 pada 17 April 2020. Kedua, Rp2 miliar pada 20 April 2020.
"Uang denda, uang pengganti, dan biaya perkara dibayarkan melalui PH (penasihat hukum) yang bersangkutan (Nurdin). Pembayaran uang pengganti sudah lunas sejak 20 April lalu," katanya. (Baca juga: Tetapkan Dua Tersangka, KPK Beberkan Kasus Eks Dirut PTDI ).
Asri menambahkan, sebenarnya eksekusi terhadap Nurdin dapat dilakukan dengan cepat setelah tujuh hari putusan pengadilan tidak dinyatakan banding atau Nurdin dan KPK menerima putusan. Eksekusi molor dilakukan karena sedang dalam kondisi pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19). Sebelum dieksekusi, Nurdin menyurati KPK agar lebih dulu menjalani pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) swab test.
"Permintaan dari Nurdin Basirun melalui surat ke KPK karena khawatir kalau dipindahkan saat itu. Ada masa transisi new normal dan setelah tes Covid akhirnya bisa dieksekusi ke Sukamiskin," ucapnya.
Andi Muhammad Asrun selaku kuasa hukum Nurdin Basirun mengatakan, jaksa eksekutor KPK telah mengeksekusi Nurdin Basirun dari Rutan Cabang KPK ke Lapas Sukamiskin sekitar pukul 11.00 WIB pada Rabu, 10 Juni 2020. Eksekusi dilakukan karena putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah berkekuatan hukum tetap sejak 16 April 2020. Asrun mengungkapkan, eksekusi baru bisa berlangsung pada 10 Juni karena pandemi Covid-19. "Pak Nurdin saat ini sedang menjalani isolasi selama delapan hari di Lapas Sukamiskin," ungkap Asrun melalui siaran pers.
"Uang denda, uang pengganti, dan biaya perkara dibayarkan melalui PH (penasihat hukum) yang bersangkutan (Nurdin). Pembayaran uang pengganti sudah lunas sejak 20 April lalu," katanya. (Baca juga: Tetapkan Dua Tersangka, KPK Beberkan Kasus Eks Dirut PTDI ).
Asri menambahkan, sebenarnya eksekusi terhadap Nurdin dapat dilakukan dengan cepat setelah tujuh hari putusan pengadilan tidak dinyatakan banding atau Nurdin dan KPK menerima putusan. Eksekusi molor dilakukan karena sedang dalam kondisi pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19). Sebelum dieksekusi, Nurdin menyurati KPK agar lebih dulu menjalani pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) swab test.
"Permintaan dari Nurdin Basirun melalui surat ke KPK karena khawatir kalau dipindahkan saat itu. Ada masa transisi new normal dan setelah tes Covid akhirnya bisa dieksekusi ke Sukamiskin," ucapnya.
Andi Muhammad Asrun selaku kuasa hukum Nurdin Basirun mengatakan, jaksa eksekutor KPK telah mengeksekusi Nurdin Basirun dari Rutan Cabang KPK ke Lapas Sukamiskin sekitar pukul 11.00 WIB pada Rabu, 10 Juni 2020. Eksekusi dilakukan karena putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah berkekuatan hukum tetap sejak 16 April 2020. Asrun mengungkapkan, eksekusi baru bisa berlangsung pada 10 Juni karena pandemi Covid-19. "Pak Nurdin saat ini sedang menjalani isolasi selama delapan hari di Lapas Sukamiskin," ungkap Asrun melalui siaran pers.
Lihat Juga :