Vaksinasi Covid-19 Tiap Tahun, Perlu dan Mungkin?
Kamis, 17 Februari 2022 - 16:52 WIB
Iqbal Mochtar (Foto: Ist)
Iqbal Mochtar
Doktor Bidang Kedokteran dan Kesehatan, Ketua Perhimpunan Dokter Indonesia Timur Tengah
ADA isu “ngeri-ngeri sedap” yang didiskusikan para ahli. Cepat atau lambat, suka atau tidak suka, vaksinasi Covid-19 sepertinya akan menjadi vaksinasi rutin. Vaksin akan diberikan setiap periode tertentu; mungkin 6, 12 atau 18 bulan. Paling kencang usulannya setiap 12 bulan. Sama vaksin flu musiman yang diberikan setiap tahun. Alasannya cukup masuk akal.
Pertama, massive scale effect. Penyebaran virus Covid-19 saat ini sudah sedemikian masif. Hampir tidak ada satu daerah pun yang tidak dimasuki. Dengan penyebaran yang sudah semasif ini, sangat kecil kemungkinan virus ini dapat tereradikasi di muka bumi. Sebaik apapun penatalaksanaan dilakukan, pandemi ini hanya akan bermetamorfosis menjadi endemi. Tidak hilang sama sekali. Ini juga diajarkan oleh teori epidemiologi. Perbaikan pandemi ditandai oleh munculnya fase deselerasi yang diikuti fase kontrol, eliminasi dan eradikasi. Eradikasi artinya virus benar-benar hilang dari muka bumi. Penyakit menular yang sudah masif penyebarannya tidak akan bisa tiba pada fase eradikasi. Paling banter landing-nya ke fase kontrol. Artinya, virus tetap ada namun telah dikontrol; tidak ada lagi lonjakan kesakitan, keparahan atau kematian. Dalam sejarah, hanya ada satu penyakit menular yang benar-benar pernah tereradikasi dari muka bumi yaitu small-pox. Selebihnya, tidak hilang total namun hilang timbul secara scattered.
Doktor Bidang Kedokteran dan Kesehatan, Ketua Perhimpunan Dokter Indonesia Timur Tengah
ADA isu “ngeri-ngeri sedap” yang didiskusikan para ahli. Cepat atau lambat, suka atau tidak suka, vaksinasi Covid-19 sepertinya akan menjadi vaksinasi rutin. Vaksin akan diberikan setiap periode tertentu; mungkin 6, 12 atau 18 bulan. Paling kencang usulannya setiap 12 bulan. Sama vaksin flu musiman yang diberikan setiap tahun. Alasannya cukup masuk akal.
Pertama, massive scale effect. Penyebaran virus Covid-19 saat ini sudah sedemikian masif. Hampir tidak ada satu daerah pun yang tidak dimasuki. Dengan penyebaran yang sudah semasif ini, sangat kecil kemungkinan virus ini dapat tereradikasi di muka bumi. Sebaik apapun penatalaksanaan dilakukan, pandemi ini hanya akan bermetamorfosis menjadi endemi. Tidak hilang sama sekali. Ini juga diajarkan oleh teori epidemiologi. Perbaikan pandemi ditandai oleh munculnya fase deselerasi yang diikuti fase kontrol, eliminasi dan eradikasi. Eradikasi artinya virus benar-benar hilang dari muka bumi. Penyakit menular yang sudah masif penyebarannya tidak akan bisa tiba pada fase eradikasi. Paling banter landing-nya ke fase kontrol. Artinya, virus tetap ada namun telah dikontrol; tidak ada lagi lonjakan kesakitan, keparahan atau kematian. Dalam sejarah, hanya ada satu penyakit menular yang benar-benar pernah tereradikasi dari muka bumi yaitu small-pox. Selebihnya, tidak hilang total namun hilang timbul secara scattered.
Lihat Juga :