Rizal Ramli Beber Alasan Ibu Kota Negara Baru Tak Direstui Kiai-Ulama
Minggu, 13 Februari 2022 - 04:29 WIB
Sebaliknya, India adalah negara yang dianggap sukses memindahkan ibu kotanya. Menurutnya, India memindahkan ibu kota negara dari Old Delhi ke Punjab yang terletak di kawasan utara. Namun, ketika segala proses infrastruktur sudah dibangun, rencana menjadi ibu kota justru hanya menjadi monumen belaka dan dinilai gagal.
"Akhirnya, pemerintah India bikin lagi ibukota baru yang kedua namanya New Delhi, jaraknya cuman setengah jam dari Old Delhi. Ditata yang bener, ini ditata dengan baik dan sukses," katanya.
Berkaca dari negara-negara tersebut, Rizal menilai, nasib ibu kota negara nanti akan berujung pada kegagalan karena letaknya yang jauh dari Jakarta. Terlebih, hasil survei menunjukkan bahwa banyak pegawai negeri sipil (PNS) yang enggan pindah ke Kaltim. "Nah, ini akan terjadi hal yang sama, ini akan jadi proyek gagal aja yaitu istilahnya itu tempat untuk menghabiskan SPJ," tegasnya.
Meski demikian, Rizal tetap berharap ibu kota baru nantinya dapat bermanfaat dan berfungsi dengan baik bagi masyarakat. Sementara disinggung mengenai kandidat Kepala Otorita ibu kota negara, dia enggan berkomentar. "Kalau kita ingin bikin ibu kota baru ya bermanfaat dan fungsional," tandasnya. agung bakti sarasa
"Akhirnya, pemerintah India bikin lagi ibukota baru yang kedua namanya New Delhi, jaraknya cuman setengah jam dari Old Delhi. Ditata yang bener, ini ditata dengan baik dan sukses," katanya.
Berkaca dari negara-negara tersebut, Rizal menilai, nasib ibu kota negara nanti akan berujung pada kegagalan karena letaknya yang jauh dari Jakarta. Terlebih, hasil survei menunjukkan bahwa banyak pegawai negeri sipil (PNS) yang enggan pindah ke Kaltim. "Nah, ini akan terjadi hal yang sama, ini akan jadi proyek gagal aja yaitu istilahnya itu tempat untuk menghabiskan SPJ," tegasnya.
Meski demikian, Rizal tetap berharap ibu kota baru nantinya dapat bermanfaat dan berfungsi dengan baik bagi masyarakat. Sementara disinggung mengenai kandidat Kepala Otorita ibu kota negara, dia enggan berkomentar. "Kalau kita ingin bikin ibu kota baru ya bermanfaat dan fungsional," tandasnya. agung bakti sarasa
(muh)
Lihat Juga :