Rizal Ramli Beber Alasan Ibu Kota Negara Baru Tak Direstui Kiai-Ulama
Minggu, 13 Februari 2022 - 04:29 WIB
Rizal Ramli mengklaim banyak kiai dan ulama yang tidak merestui perpindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur. Foto: MNC/Agung Bakti Sarasa
BANDUNG - Ekonom senior Rizal Ramli mengklaim bahwa rencana perpindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur tak direstui banyak kiai dan ulama. Penolakan tersebut didasari alasan bahwa Pulau Jawa, tempat Ibu Kota DKI Jakarta berdiri saat ini memiliki nilai histroris yang tinggi terhadap kiai dan ulama.
"Saya baru tahu ternyata banyak kiai yang keberatan karena mereka gak mau sejarah Indonesia dicabut dari pulau Jawa," ungkap Rizal Ramli saat ditemui di kawasan Buah Batu, Kota Bandung, Sabtu (12/2/2022).
Lebih lanjut, Rizal pun mengaku khawatir keberadaan ibu kota baru itu sia-sia, hanya menjadi tempat untuk buang-buang uang perjalanan dinas. Indonesia, kata dia, harus mencontoh negara yang berhasil memindahkan ibu kotanya, bukan sebaliknya menjiplak negara yang gagal seperti Brazil.
Baca juga: Yusril Memprediksi UU Ibu Kota Negara Segera Diteken Jokowi
Brazil mencoba memindahkan ibu kotanya, Rio de Janeiro ke Brazilian City yang jarak tempuhnya lebih dari dua jam dari ibu kota lama. Pemindahan tersebut akhirnya tak berfungsi dengan baik karena segala urusan terkait pemerintahan masih berkutat di Rio de Janeiro.
"Pejabat dia tetap saja di Rio, orang swasta mau ketemu pejabat tetap saja di Rio, rakyat mau mengadu tetap saja di Rio. Akhirnya, ibukota itu tetap menjadi monumen dan jadi tempat buat pejabat sama keluarganya seminar, retreat, buat ngabisin (uang) SPJ (surat perjalanan dinas)," bebernya.
"Saya baru tahu ternyata banyak kiai yang keberatan karena mereka gak mau sejarah Indonesia dicabut dari pulau Jawa," ungkap Rizal Ramli saat ditemui di kawasan Buah Batu, Kota Bandung, Sabtu (12/2/2022).
Lebih lanjut, Rizal pun mengaku khawatir keberadaan ibu kota baru itu sia-sia, hanya menjadi tempat untuk buang-buang uang perjalanan dinas. Indonesia, kata dia, harus mencontoh negara yang berhasil memindahkan ibu kotanya, bukan sebaliknya menjiplak negara yang gagal seperti Brazil.
Baca juga: Yusril Memprediksi UU Ibu Kota Negara Segera Diteken Jokowi
Brazil mencoba memindahkan ibu kotanya, Rio de Janeiro ke Brazilian City yang jarak tempuhnya lebih dari dua jam dari ibu kota lama. Pemindahan tersebut akhirnya tak berfungsi dengan baik karena segala urusan terkait pemerintahan masih berkutat di Rio de Janeiro.
"Pejabat dia tetap saja di Rio, orang swasta mau ketemu pejabat tetap saja di Rio, rakyat mau mengadu tetap saja di Rio. Akhirnya, ibukota itu tetap menjadi monumen dan jadi tempat buat pejabat sama keluarganya seminar, retreat, buat ngabisin (uang) SPJ (surat perjalanan dinas)," bebernya.
Lihat Juga :