Gugus Tugas Umumkan Lima Kombinasi Obat yang Efektif Hambat Covid-19
Jum'at, 12 Juni 2020 - 19:51 WIB
Kemudian yang kedua, mengecek atau meneliti potensi untuk membunuh atau daya killing terhadap virus SARS Cov 2. Ketiga yakni mengecek efektivitas sampai seberapa lama atau obat tersebut. “Kemudian kita juga mengecek beberapa faktor inflamasi dan anti-inflamasi,” tuturnya.(Baca juga: Imam Nahrawi Dituntut 10 Tahun Penjara dan Hak Politik Dicabut 5 Tahun )
Hasil penelitian, kata Purwati, dari 14 regimen obat yang telah diteliti akhirnya didapatkan lima kombinasi regimen obat yang mempunyai potensi dan efektivitas yang cukup bagus untuk menghambat virus. “Juga untuk menghambat atau menurunkan perkembangbiakan dari pada virus itu di sel,” katanya.
“Hal ini kita ikuti mulai bertahap mulai dari 24 jam, 48 jam dan 72 jam maka virus tersebut dari yang jumlahnya ratusan ribu, maka di sini sudah menjadi undetected. Kombinasi obat-obat tersebut belum diperjualbelikan. Ini kolaborasi antara Unair, BNPB dan juga Badan Intelijen Negara,” sambung Purwati.
Purwati menjelaskan, lima macam kombinasi obat tersebut yaitu pertama lopinavir, ritonavir dan juga azitromisin. Kemudian yang kedua lopinavir, ritonavir dan doksisiklin. Yang ketiga lopinavir, ritonavir klaritromisin. Yang keempat hidroksiklorokuin dan juga azitromisin. Dan yang kelima kombinasi antara hidroksiklorokuin dan doksisiklin.
Purwati mengatakan dari beberapa obat tersebut pernah dilakukan suatu penelitian tetapi dosisnya tunggal.
Hasil penelitian, kata Purwati, dari 14 regimen obat yang telah diteliti akhirnya didapatkan lima kombinasi regimen obat yang mempunyai potensi dan efektivitas yang cukup bagus untuk menghambat virus. “Juga untuk menghambat atau menurunkan perkembangbiakan dari pada virus itu di sel,” katanya.
“Hal ini kita ikuti mulai bertahap mulai dari 24 jam, 48 jam dan 72 jam maka virus tersebut dari yang jumlahnya ratusan ribu, maka di sini sudah menjadi undetected. Kombinasi obat-obat tersebut belum diperjualbelikan. Ini kolaborasi antara Unair, BNPB dan juga Badan Intelijen Negara,” sambung Purwati.
Purwati menjelaskan, lima macam kombinasi obat tersebut yaitu pertama lopinavir, ritonavir dan juga azitromisin. Kemudian yang kedua lopinavir, ritonavir dan doksisiklin. Yang ketiga lopinavir, ritonavir klaritromisin. Yang keempat hidroksiklorokuin dan juga azitromisin. Dan yang kelima kombinasi antara hidroksiklorokuin dan doksisiklin.
Purwati mengatakan dari beberapa obat tersebut pernah dilakukan suatu penelitian tetapi dosisnya tunggal.
Lihat Juga :