Wartawan Ini Menolak Jadi Gubernur Pertama Kalimantan
Rabu, 02 Februari 2022 - 04:42 WIB
Hamidhan pernah tiga kali kena persdelict (delik pers) dan kemudian dibui. Dua bulan penjara di Cipinang (1930), enam minggu penjara di Banjarmasin (1932) dan yang terakhir enam bulan di Banjarmasin (1936). Memang pada saat itu, umumnya wartawan atau pemimpin redaksi rata-rata adalah anggota organisasi partai politik.
Selama pendudukan Jepang, Hamidhan bekerja menjadi pemimpin redaksi Borneo Shimboen, sebuah surat kabar yang berada di bawah kontrol pemerintah militer Jepang. Selanjutnya, Hamidhan ditunjuk Jepang menjadi wakil dari Kalimantan dalam PPKI.
Hamidhan turut hadir pada dua peristiwa penting terkait proklamasi pada 16-17 Agustus 1945 yakni pertemuan Bung Karno-Bung Hatta dengan para anggota PPKI di rumah Laksamana Maeda dan pembacaan Teks Proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta.
Pejuang pers ini meninggal dunia pada 21 Agustus 1997. Jenazahnya dimakamkan di Pemakaman Muslimin Banjar Baru, Kalimantan Selatan.
Sumber:
1. Buku HAA Hamidhan Pejuang dan Perintis Pers di Kalimantan, ditulis Soimun Hp, diterbitkan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1986)
2. munasprok.go.id
Selama pendudukan Jepang, Hamidhan bekerja menjadi pemimpin redaksi Borneo Shimboen, sebuah surat kabar yang berada di bawah kontrol pemerintah militer Jepang. Selanjutnya, Hamidhan ditunjuk Jepang menjadi wakil dari Kalimantan dalam PPKI.
Hamidhan turut hadir pada dua peristiwa penting terkait proklamasi pada 16-17 Agustus 1945 yakni pertemuan Bung Karno-Bung Hatta dengan para anggota PPKI di rumah Laksamana Maeda dan pembacaan Teks Proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta.
Pejuang pers ini meninggal dunia pada 21 Agustus 1997. Jenazahnya dimakamkan di Pemakaman Muslimin Banjar Baru, Kalimantan Selatan.
Sumber:
1. Buku HAA Hamidhan Pejuang dan Perintis Pers di Kalimantan, ditulis Soimun Hp, diterbitkan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1986)
2. munasprok.go.id
(rca)
Lihat Juga :