Tasyakuran Harlah, Warga Muda NU Surabaya Deklarasikan Cak Imin Capres 2024
Selasa, 01 Februari 2022 - 07:00 WIB
Terkait acara deklarasi yang digelar bersamaan dengan Harlah ke-96 NU, Musyafak mengatakan bahwa PKB tidak bisa dipisahkan dengan NU. ”Karena PKB memang partai politik yang dilahirkan oleh NU, dan tujuannya untuk menyalurkan aspirasi politik warga NU. Jadi, mau tidak mau warga NU selalu bersama-sama dengan PKB selamanya,” katanya.
Musyafak mengatakan, dipilihnya Tugu Pahlawan sebagai tempat deklarasi juga bukan tanpa alasan. Sebab, dulu arek-arek Surabaya memperjuangkan kemerdekaannya hingga Surabaya dikenal dengan sebutan Kota Pahlawan. ”Dari Surabaya dulu ada pahlawan yang berjuang untuk kemerdekaan RI. Dari Surabaya pula NU dilahirkan, dan sekarang di Surabaya pula Gus Muhaimin kita deklarasikan sebagai calon presiden 2024,” katanya.
Pembacaan deklarasi pencapresan Muhaimin Iskandar di Tugu Pahlawan Surabaya. Foto/ist
Senada dengan Musyafak Rouf, Sekretaris DPW PKB Jawa Timur Anik Maslahah mengatakan bahwa PKB dilahirkan dari NU sebagai wadah aspirasi nahdliyin. Anik mengatakan, di era Orde Baru ketika hanya ada tiga parpol, yakni Golkar, PDI, dan PPP, NU hanya dijadikan pendorong. Tetapi aspirasi mereka kurang bisa tersalurkan. Akhirnya para ulama NU mendirikan PKB sebagai satu-satunya saluran politik warga NU.
Musyafak mengatakan, dipilihnya Tugu Pahlawan sebagai tempat deklarasi juga bukan tanpa alasan. Sebab, dulu arek-arek Surabaya memperjuangkan kemerdekaannya hingga Surabaya dikenal dengan sebutan Kota Pahlawan. ”Dari Surabaya dulu ada pahlawan yang berjuang untuk kemerdekaan RI. Dari Surabaya pula NU dilahirkan, dan sekarang di Surabaya pula Gus Muhaimin kita deklarasikan sebagai calon presiden 2024,” katanya.
Pembacaan deklarasi pencapresan Muhaimin Iskandar di Tugu Pahlawan Surabaya. Foto/ist
Senada dengan Musyafak Rouf, Sekretaris DPW PKB Jawa Timur Anik Maslahah mengatakan bahwa PKB dilahirkan dari NU sebagai wadah aspirasi nahdliyin. Anik mengatakan, di era Orde Baru ketika hanya ada tiga parpol, yakni Golkar, PDI, dan PPP, NU hanya dijadikan pendorong. Tetapi aspirasi mereka kurang bisa tersalurkan. Akhirnya para ulama NU mendirikan PKB sebagai satu-satunya saluran politik warga NU.
Lihat Juga :