Bermain Layang-layang

Sabtu, 29 Januari 2022 - 10:07 WIB
Al Makin/Foto/istimewa
Al Makin

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta



Penggemar layar kaca saat ini mungkin sedang terpana oleh drama TV Layangan Putus. Serial ini boleh jadi meluapkan emosi para penonton yang selama ini terpendam.

Dalam istilah Freudian, emosi-emosi yang tidak selesai akan muncul lagi pada masa yang tidak disangka-sangka dengan cara yang buruk. Misalnya ketidakpuasan kita pada situasi politik, ekonomi, dan sosial yang tidak sempat terungkap sebelumnya. Emosi juga muncul saat kita merasa dikhianati orang lain, atau ada orang yang sepertinya tidak loyal pada kita.

Serial Layangan Putus mungkin tepat meluapkan kegalauan kita. Drama berseri inimungkin mewakili perasaan gundah gulana dalam diri kita.

Dalam teater Yunani kuno, peperangan, konflik dan pertikaian dalam drama tragedi dan komedi merupakan terapi untuk menghaluskan atau mengurangi akibat ketidakpuasan dalam kehidupan ini. Kita butuh sarana untuk meluapkan perasaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!