Omicron Makin Mengkhawatirkan

Jum'at, 28 Januari 2022 - 15:20 WIB
Bagaimana dengan Indonesia? Dalam sebulan terakhir data mencatat angka positif Covid-19 terus merangsek naik. Meski angkanya masih rendah, tren yang terjadi semakin mengkhawatirkan. Sebagai gambaran, jumlah pasien rawat inap di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran Jakarta terus naik. Pada 27 Januari pukul 08.00 WIB pasien Covid-19 di sana bertambah 172 orang menjadi 3.436 pasien. Kabar terbaru dari Kementerian Sosial RI di Salemba Raya Jakarta, sebanyak 60 orang pegawainya dinyatakan positif Covid-19.

Hal yang mengkhawatirkan lagi adalah merebaknya Covid-19 di lingkungan sekolah. Seperti kita ketahui, sudah banyak sekolah yang menggelar pertemuan tatap muka (PTM) baik di Jakarta maupun di daerah-daerah. Di DKI Jakarta, misalnya, dari 90 sekolah yang ditutup, 68 sekolah di antaranya sudah melakukan PTM. Adapun 22 sekolah masih belum menggelar sekolah offline. Begitu pula di daerah hampir semua sekolah menggelar PTM. Mereka melakukan kebijakan buka tutup tergantung ada tidaknya kasus Covid-19.

Melihat perkembangan terakhir, sudah seyogianya pemerintah meninjau ulang kebijakannya terkait izin menggelar PTM di sekolah. Dengan data-data yang ada, terlihat sudah banyak sekolah yang siswanya terinfeksi Covid-19. Untuk menghindari korban yang lebih banyak, pemerintah sebaiknya menutup kembali izin PTM. Selain itu, berbagai kebijakan lain yang harus dikaji ulang, misalnya pembatasan yang ketat bagi warga asing yang masuk ke Indonesia. Begitu juga perjalanan luar negeri bagi WNI sebaiknya dibatasi untuk sementara waktu sampai kondisi berangsur normal. Karena data mencatat mayoritas para penderita Covid-19 banyak yang berasal dari perjalanan luar negeri.

Kita wajib mengapresiasi upaya pemerintah untuk terus menggenjot vaksinasi bagi masyarakat. Bahkan, saat ini pemerintah juga terus mendorong vaksin ketiga (booster) Covid-19 dalam upaya untuk mencegah penyebaran virus yang lebih parah. Namun, pemberian vaksin saja tidak cukup tanpa kebijakan tegas lain yang menyertainya. Imbauan bagi masyarakat untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan (prokes) memang sangat perlu. Namun, tidak cukup dengan imbauan. Diperlukan kebijakan yang tegas agar masyarakat bisa menaati prokes. Kalau boleh jujur, saat ini disiplin masyarakat sudah sangat menurun. Mungkin di mal-mal besar orang patuh memakai masker. Namun, di semua pasar tradisional hampir tak ada lagi kebijakan prokes yang ditaati.

Karena itu, sudah saatnya pemerintah mengingatkan kembali pentingnya prokes dengan kebijakan tegas yang konsisten di seluruh lapisan masyarakat tanpa kecuali. Skenario terburuk harus disiapkan termasuk infrastruktur rumah sakit. Jangan sampai tragedi varian Delta tahun lalu yang banyak menelan korban terulang kembali.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!