Pidato Mega Dinilai Sentuh Sejumlah Aspek, dari Internal PDIP hingga Negara

Senin, 10 Januari 2022 - 21:08 WIB
Dikatakannya, konstitusi kita juga tidak mengenal diskriminasi terhadap perempuan di hadapan negara. Pesan tersirat dalam pidato Ibu Mega terbaca sebagai sebuah persoalan bangsa mengenai krisis munculnya kepemimpinan perempuan.

"Laskar Ganjar Puan membaca fikiran Ibu Mega untuk memberikan kepercayaan kepada pemimpin perempuan, dan Laskar Ganjar Puan berjuang terhadap pemikiran tersebut," ucapnya.

Troy mengungkapkan, kehadiran pemimpin perempuan di Indonesia terakhir kali terjadi pada kepemimpinan Mega sebagai Presiden di tahun 2004. Laskar Ganjar Puan berusaha menjawab tantangan persoalan bangsa itu 20 tahun kemudian, dengan memunculkan tokoh perempuan sebagai pimpinan nasional kembali di tahun 2024.

"Puan Maharani yang merupakan tokoh perempuan yang sudah tidak diragukan lagi sebagai pemimpinan DPR saat ini dan mantan Menteri Kordinator PMK sudah saatnya digadang sebagai pemimpin perempuan Indonesia ke depan," ungkapnya.

"Kedua, Ibu Mega juga mengingatkan bahwa Indonesia belum mampu berdiri di atas kaki sendiri terhadap keselamatan bangsa dan negara. Ibu Mega juga menyampaikan adanya benalu yang memanfaatkan pandemi untuk mencari keuntungan," tambahnya.

Secara keseluruhan kata Troy, pidato Megawati memerintahkan seluruh kader Partai untuk menyapa masyarakat sebagai kekuatan PDIP. Kegiatan menyapa masyarakat harus menjadi program yang dijalankan oleh seluruh kader Partai.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!