Kisah Soeharto Muda Ditampar Pendiri Kopassus
Sabtu, 01 Januari 2022 - 05:30 WIB
Pada 15 April 1950, Kawilarang diangkat menjadi Panglima Operasi Pasukan Ekspedisi. Prajurit kelahiran 23 Februari 1920 ini ditugaskan menumpas pemberontakan dari mantan pasukan KNIL, termasuk Andi Azis di Ujungpandang atau saat ini bernama Makassar yang ingin mempertahankan negara Indonesia Timur.
Pada waktu bersamaan, Kawilarang juga mengonsolidasikan kekuatan melawan pemberontakan Kahar Muzakar dan gerakan separatis Republik Maluku Selatan (RMS). Meski berhasil menumpas para pemberontak tapi Kawilarang kehilangan salah satu komandan pasukannya, Kolonel Slamet Riyadi.Slamet Riyadi ini merupakan teman diskusi Kawilarang dalam rencana pembentukan pasukan elite.
Menampar Soeharto
Ketika menjabat sebagai Panglima Komando Tentara dan Teritorium VII/Indonesia Timur, Kawilarang baru saja melapor kepada Presiden Soekarno bahwa keadaan di Makassar sudah aman. Namun Soekarno menunjukkan sebuah radiogram yang baru saja diterima yang melaporkan bahwa pasukan KNIL Belanda sudah memasuki Makassar.
Pada saat mendengar radiogram tersebut Kawilarang marah besar dan kembali lagi ke Makassar. Setibanya di Lapangan Udara Mandai, Kawilarang langsung memarahi Komandan Brigade Mataram Letkol Soeharto sambil menamparnya.
Pada waktu bersamaan, Kawilarang juga mengonsolidasikan kekuatan melawan pemberontakan Kahar Muzakar dan gerakan separatis Republik Maluku Selatan (RMS). Meski berhasil menumpas para pemberontak tapi Kawilarang kehilangan salah satu komandan pasukannya, Kolonel Slamet Riyadi.Slamet Riyadi ini merupakan teman diskusi Kawilarang dalam rencana pembentukan pasukan elite.
Menampar Soeharto
Ketika menjabat sebagai Panglima Komando Tentara dan Teritorium VII/Indonesia Timur, Kawilarang baru saja melapor kepada Presiden Soekarno bahwa keadaan di Makassar sudah aman. Namun Soekarno menunjukkan sebuah radiogram yang baru saja diterima yang melaporkan bahwa pasukan KNIL Belanda sudah memasuki Makassar.
Pada saat mendengar radiogram tersebut Kawilarang marah besar dan kembali lagi ke Makassar. Setibanya di Lapangan Udara Mandai, Kawilarang langsung memarahi Komandan Brigade Mataram Letkol Soeharto sambil menamparnya.
Lihat Juga :