Disebut Dua Kali DO di Paramadina, Begini Jawaban Giring Ganesha
Kamis, 30 Desember 2021 - 14:05 WIB
Giring mengaku, saat itu dirinya harus memilih antara bekerja atau kuliah. Apalagi dirinya tidak ingin merepotkan dan membahagiakan orang tua. "Begitulah saya yang harus menelan kenyataan pahit, karena tidak punya banyak pilihan. Harus memilih kerja atau kuliah. Cita-cita saya ingin mandiri, tidak merepotkan ibu saya. Saya ingin ibu saya bahagia, dan ingin berangkat naik haji waktu itu bersama ibu saya," tambah Nidji.
Baca juga: Giring VS Anies, Wagub Ariza: Prestasi Terus Hadir untuk Pemprov DKI
Giring mengaku, selama di Kampus Paramadina dirinya tidak pernah bertemu langsung dengan Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan. "Saat saya masuk rektor kami saat itu adalah almarhum dokter Nurcholish Madjid atau Cak Nur. Dan ketika Cak Nur wafat saya sempat mengantarkan beliau ke pemakaman. Jadi saat Mas Anies menjadi rektor saya sudah tidak aktif lagi di kampus dan membangun Nidji waktu itu," jelas Giring.
Pilihannya untuk fokus pada karir musiknya ternyata berbuah manis. Giring bahkan dapat mewujudkan mimpi ibunya untuk pergi ke Tanah Suci. "Alhamdulillah Nidji menjadi salah satu band terkemuka di Indonesia. Alhamdulillah lagu-lagu kami diterima, dan secara finansial alhamdulillah kami mendapatkan rezeki yang lumayan. Dan saya bisa berangkat haji ke Mekkah bersama ibu saya di 2008," ucapnya.
Dalam video tersebut, Giring juga menjelaskan alasan dirinya bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Hal itu karena dirinya memiliki concern terhadap isu gender dan pendidikan. "Karena itu saya sangat kritis di isu gender, mengingat perjuangan ibu saya yang singel parent, soal penduduk tinggi saya getol memperjuangkan kuliah gratis. Karena ada masalah dan pengalaman di hidup saya yang tidak perlu teman-teman alami lagi," pungkasnya.
Sebelumnya, mantan politikus Partai Demokrat Roy Suryo melalui akun Twitter @KRMTRoySuryo2 pada 28 Desember 2021 lalu memposting soal Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Ganesha yang DO dua kali dari Universitas Paramadina.
Baca juga: Giring VS Anies, Wagub Ariza: Prestasi Terus Hadir untuk Pemprov DKI
Giring mengaku, selama di Kampus Paramadina dirinya tidak pernah bertemu langsung dengan Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan. "Saat saya masuk rektor kami saat itu adalah almarhum dokter Nurcholish Madjid atau Cak Nur. Dan ketika Cak Nur wafat saya sempat mengantarkan beliau ke pemakaman. Jadi saat Mas Anies menjadi rektor saya sudah tidak aktif lagi di kampus dan membangun Nidji waktu itu," jelas Giring.
Pilihannya untuk fokus pada karir musiknya ternyata berbuah manis. Giring bahkan dapat mewujudkan mimpi ibunya untuk pergi ke Tanah Suci. "Alhamdulillah Nidji menjadi salah satu band terkemuka di Indonesia. Alhamdulillah lagu-lagu kami diterima, dan secara finansial alhamdulillah kami mendapatkan rezeki yang lumayan. Dan saya bisa berangkat haji ke Mekkah bersama ibu saya di 2008," ucapnya.
Dalam video tersebut, Giring juga menjelaskan alasan dirinya bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Hal itu karena dirinya memiliki concern terhadap isu gender dan pendidikan. "Karena itu saya sangat kritis di isu gender, mengingat perjuangan ibu saya yang singel parent, soal penduduk tinggi saya getol memperjuangkan kuliah gratis. Karena ada masalah dan pengalaman di hidup saya yang tidak perlu teman-teman alami lagi," pungkasnya.
Sebelumnya, mantan politikus Partai Demokrat Roy Suryo melalui akun Twitter @KRMTRoySuryo2 pada 28 Desember 2021 lalu memposting soal Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Ganesha yang DO dua kali dari Universitas Paramadina.
Lihat Juga :