Fahri Hamzah: Presidential Threshold 20% Permudah Elite Atur Sandiwara Pemilu
Selasa, 21 Desember 2021 - 16:01 WIB
Fahri Hamzah menyebut, konstitusi di Indonesia didesain untuk mengantisipasi kemungkinan banyaknya calon pada putaran pertama Pilpres. Sebab, sejak awal UUD 1945 adalah konstitusi negara besar dan beragam.
Menurutnya, ada mayoritas tapi minoritas juga punya hak yang sama untuk dipilih dan memilih. "Biarlah Sabang-Merauke, Miangas-Pulau Rote dan dan seluruh pesisir etnis, agama, budaya dan warna Indonesia tumpah ruah dalam pesta debat putaran pertama. Selain indah, ini akan mengurangi ketegangan yg tajam sejak awal. Dan dalam puratan kedua yg pendek tak akan ada amarah," katanya.
Baca juga: Relawan Capres Non Parpol Disarankan Bersatu Suarakan Penghapusan Presidential Threshold 20%
Menurutnya, ada mayoritas tapi minoritas juga punya hak yang sama untuk dipilih dan memilih. "Biarlah Sabang-Merauke, Miangas-Pulau Rote dan dan seluruh pesisir etnis, agama, budaya dan warna Indonesia tumpah ruah dalam pesta debat putaran pertama. Selain indah, ini akan mengurangi ketegangan yg tajam sejak awal. Dan dalam puratan kedua yg pendek tak akan ada amarah," katanya.
Baca juga: Relawan Capres Non Parpol Disarankan Bersatu Suarakan Penghapusan Presidential Threshold 20%
(abd)
Lihat Juga :