Epidemiolog: Pastikan Karantina Tak Ada Bottle Neck dan Tidak Diskriminatif
Selasa, 21 Desember 2021 - 12:25 WIB
Pemerintah perlu memastikan karantina Covid-19 bagi WNI yang baru pulang dari luar negeri tidak terjadi penumpukan (Bottle Neck) dan tidak diskriminatif. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Pemerintah perlu memastikan pelaksanaan karantina Covid-19 bagi WNI yang baru pulang dari luar negeri tidak terjadi penumpukan (Bottle Neck) dan tidak diskriminatif. Hal ini dikatakan Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman.
Baca juga: Oknum TNI Tulis Nomor HP di Paspor Mahasiswi yang Karantina, Kodam Jaya Bertindak
Dicky menyampaikan gagasan karantina ini, karena masih berkaitan dengan polemik berbagai video keluhan yang disampaikan TKI maupun wisawatan, yang viral di media sosial beberapa waktu terakhir.
Baca juga: Antisipasi Lonjakan, Pemerintah Tambah Tempat Karantina PPLN
"Lokasi karantina sangat variatif. Yang terpenting kualitas karantina. Kualitas itu ya tempatnya, bagaimana memastikan ketaatan baik pelaku yang menjalani karantina maupun pengelola menjalankan prosedur karantina dengan baik," kata Dicky Budiman, Selasa (21/12/2021).
Ia menyebutkan, untuk mempermudah pelaksanaan karantina Covid-19 bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) seharusnya pemerintah pusat tidak hanya terfokus pada karantina terpusat di Wisma Atlet Jakarta (Kemayoran, Pademangan, Nagrak, dan Pasar Rumput).
Baca juga: Oknum TNI Tulis Nomor HP di Paspor Mahasiswi yang Karantina, Kodam Jaya Bertindak
Dicky menyampaikan gagasan karantina ini, karena masih berkaitan dengan polemik berbagai video keluhan yang disampaikan TKI maupun wisawatan, yang viral di media sosial beberapa waktu terakhir.
Baca juga: Antisipasi Lonjakan, Pemerintah Tambah Tempat Karantina PPLN
"Lokasi karantina sangat variatif. Yang terpenting kualitas karantina. Kualitas itu ya tempatnya, bagaimana memastikan ketaatan baik pelaku yang menjalani karantina maupun pengelola menjalankan prosedur karantina dengan baik," kata Dicky Budiman, Selasa (21/12/2021).
Ia menyebutkan, untuk mempermudah pelaksanaan karantina Covid-19 bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) seharusnya pemerintah pusat tidak hanya terfokus pada karantina terpusat di Wisma Atlet Jakarta (Kemayoran, Pademangan, Nagrak, dan Pasar Rumput).
Lihat Juga :