Tak Mampu Bendung Tren Penurunan Elektabilitas, Prabowo Terpental

Senin, 08 Juni 2020 - 20:29 WIB
"Meskipun secara persentase berbeda, tapi elektabilitas mereka tidak terpaut jauh mengingat margin of error dari survei ini berkisar plus minus 2,9 persen," tuturnya.

Artinya, dalam rentang naik turunnya margin of error sekitar 2,9 persen tersebut, elektabilitas mereka tidak jauh berbeda. "Ke depan, tren ini akan ditentukan oleh dinamika politik pasca-new normal," urainya.

Sementara itu, terkait peningkatan elektabilitas yang dialami Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, menurut Khoirul Umam, terjadi karena mereka menempati 'public office' yang membuat nama mereka 'ternasionalisasi' dan menjadi bagian dari pusat perhatian publik di tengah krisis pandemi. (Baca juga: Elektabilitas Ganjar dan Ridwan Kamil Naik, Prabowo dan Anies Turun ).

Kendati demikian, tren ini cenderung bersifat temporal. Karena seiring dengan munculnya 'new normal', perhatian publik terhadap kebijakan publik kepala daerah menjadi landai kembali. Maka, elektabilitas Ganjar dan Ridwan Kamil berpotensi menurun kembali.

Karena itu, tutur Umam, jika keduanya ingin menyasar 2024 maka diperlukan langkah-langkah dan kerja politik yang mampu tetap menempatkan nama mereka dalam radar bursa calon 2024. "Jika mereka terpental maka nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Sandiaga Uno berpotensi kembali merangsek ke puncak tangga survei lagi," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!