Tak Mampu Bendung Tren Penurunan Elektabilitas, Prabowo Terpental

Senin, 08 Juni 2020 - 20:29 WIB
loading...
Tak Mampu Bendung Tren...
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Foto/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengalami penurunan paling signifikan di antara 14 nama yang masuk dalam simulasi nama terpopuler untuk bursa Pilpres 2024 , berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia.

Pengamat politik Universitas Paramadina Jakarta Ahmad Khoirul Umam menilai, data Indikator Politik Indonesia itu mengindikasikan gejala bahwa Prabowo tidak mampu mengapitalisasi posisinya sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) secara optimal untuk mengelola tingkat elektabilitasnya.

"Meski Prabowo punya 'public office' tapi itu tidak jaminan elektabilitasnya terjaga. Karena 'public office' yang ia tempati itu, tidak membuatnya bisa meng-exercise otoritas dan kewenangannya dalam kebijakan publik yang terkait dengan kehidupan masyarakat sehari-hari di tengah pandemi," kata Khoirul Umam, Senin (8/6/2020).

Khoirul Umam menambahkan, jika Prabowo tidak bisa mengantisipasi tren tersebut, namanya berpotensi tenggelam dan terpental dari posisi nomor wahid dalam sejumlah survei elektabilitas Pilpres 2024. Sebab, dengan penurunan sekitar 8% saat ini, kata Khoirul Umam, elektabilitas Prabowo sebenarnya sudah berada di kelas yang sama dengan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. (Baca juga: 'Saudara Muda' PAN Ditargetkan Deklarasi Desember 2020 ).

"Meskipun secara persentase berbeda, tapi elektabilitas mereka tidak terpaut jauh mengingat margin of error dari survei ini berkisar plus minus 2,9 persen," tuturnya.

Artinya, dalam rentang naik turunnya margin of error sekitar 2,9 persen tersebut, elektabilitas mereka tidak jauh berbeda. "Ke depan, tren ini akan ditentukan oleh dinamika politik pasca-new normal," urainya.

Sementara itu, terkait peningkatan elektabilitas yang dialami Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, menurut Khoirul Umam, terjadi karena mereka menempati 'public office' yang membuat nama mereka 'ternasionalisasi' dan menjadi bagian dari pusat perhatian publik di tengah krisis pandemi. (Baca juga: Elektabilitas Ganjar dan Ridwan Kamil Naik, Prabowo dan Anies Turun ).

Kendati demikian, tren ini cenderung bersifat temporal. Karena seiring dengan munculnya 'new normal', perhatian publik terhadap kebijakan publik kepala daerah menjadi landai kembali. Maka, elektabilitas Ganjar dan Ridwan Kamil berpotensi menurun kembali.

Karena itu, tutur Umam, jika keduanya ingin menyasar 2024 maka diperlukan langkah-langkah dan kerja politik yang mampu tetap menempatkan nama mereka dalam radar bursa calon 2024. "Jika mereka terpental maka nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Sandiaga Uno berpotensi kembali merangsek ke puncak tangga survei lagi," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UU Polri Baru Dinilai...
UU Polri Baru Dinilai Perkuat Transformasi Polri dan Dukung Asta Cita
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
PKB Minta PDIP Tegas...
PKB Minta PDIP Tegas soal Posisi terhadap Pemerintah: Jangan Abu-abu
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Rosan Roeslani: Dukungan...
Rosan Roeslani: Dukungan Prabowo Jadi Kunci Lahirnya Juara Dunia
Ketum PASI Luhut Panjaitan...
Ketum PASI Luhut Panjaitan Apresiasi Dukungan Prabowo untuk Pelatnas Jangka Panjang
Yenny Wahid: Dukungan...
Yenny Wahid: Dukungan Prabowo untuk Pelatnas Jangka Panjang Jadi Investasi Masa Depan Olahraga
Rekomendasi
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Diam-diam Jadi Pengusaha,...
Diam-diam Jadi Pengusaha, Anneth Delliecia Ternyata Punya Brand Kuku Sendiri?
Atasi Kekeringan, Warga...
Atasi Kekeringan, Warga Bekasi Bisa Dapat Bantuan Air Bersih Gratis
Berita Terkini
Terima Rp20 juta, Muhammad...
Terima Rp20 juta, Muhammad Abdimaludin Dinonaktifkan dari Ketua BEM FH Universitas Bung Karno
Yusril Prihatin Mahasiswa...
Yusril Prihatin Mahasiswa UBK Terima Uang usai Demo: Perjuangan Harus Murni dan Berintegritas
Ketua BEM FH Abdimaludin...
Ketua BEM FH Abdimaludin Akui Terima Uang Rp20 Juta dari Alumni, Diberikan oleh Polisi
Jokowi Respons Penangguhan...
Jokowi Respons Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Tifa: Itu Kewenangan Kejaksaan
Kejagung Tolak Permohonan...
Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya Terkait Kasus Korupsi MBG
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved