Buka Kongres PA GMNI, Jokowi Bicara Kedaulatan dan Pemenangan Kompetisi Global
Senin, 06 Desember 2021 - 11:02 WIB
Dalam dunia yang semakin terbuka, kata Jokowi, interaksi antarnegara semakin tinggi dan gelombang globalisasi tidak terhindarkan lagi. Bukan hanya mobilitas fisik antarnegara yang semakin tinggi atau hanya mobilitas barang dan uang yang semakin mudah, tetapi mobilitas gagasan, mobilitas pengetahuan juga semakin tinggi melalui ranah ranah digital.
"Konsekuensinya globalisasi melahirkan dunia yang hiperkompetisi, dunia yang diwarnai oleh kompetisi yang super ketat. Oleh karena itu satu pilar utama dalam menjaga kedaulatan adalah memenangkan kompetisi. kita harus memenangkan kompetisi di dalam negeri, kita harus memenangkan kompetisi di pasar global, di pasar luar negeri," tuturnya.
"Kita harus lebih unggul dari negara lain, dan kita harus mampu mendahului negara lain dalam dunia yang semakin kompetitif sekarang ini," sambung dia.
Baca juga: Tekad PA GMNI Perkuat Nasionalisme Lewat Kedaulatan Pangan
Menurut Jokowi, kedaulatan harus diperjuangkan dengan keberanian untuk menemukan cara-cara baru. Untuk bisa mendahului negara lain tidaklah mungkin menggunakan tangga yang sama seperti tangga tangga yang dipakai oleh negara-negara yang maju di saat yang lalu. Untuk mendahului kereta yang lain, tidaklah mungkin kita menggunakan rel yang sama untuk mendahului negara yang lain.
"Konsekuensinya globalisasi melahirkan dunia yang hiperkompetisi, dunia yang diwarnai oleh kompetisi yang super ketat. Oleh karena itu satu pilar utama dalam menjaga kedaulatan adalah memenangkan kompetisi. kita harus memenangkan kompetisi di dalam negeri, kita harus memenangkan kompetisi di pasar global, di pasar luar negeri," tuturnya.
"Kita harus lebih unggul dari negara lain, dan kita harus mampu mendahului negara lain dalam dunia yang semakin kompetitif sekarang ini," sambung dia.
Baca juga: Tekad PA GMNI Perkuat Nasionalisme Lewat Kedaulatan Pangan
Menurut Jokowi, kedaulatan harus diperjuangkan dengan keberanian untuk menemukan cara-cara baru. Untuk bisa mendahului negara lain tidaklah mungkin menggunakan tangga yang sama seperti tangga tangga yang dipakai oleh negara-negara yang maju di saat yang lalu. Untuk mendahului kereta yang lain, tidaklah mungkin kita menggunakan rel yang sama untuk mendahului negara yang lain.
Lihat Juga :