BNPB Catat Frekuensi Bencana Paling Tinggi 5 Tahun Terakhir di Jateng

Jum'at, 03 Desember 2021 - 15:12 WIB
“Tujuh kawasan ini adalah hotspot dengan frekuensi kejadian paling tinggi dalam 5 tahun terakhir dengan frekuensi paling banyak itu ada di Jawa Tengah 4.201 kali kejadian. Di mana hampir 95% dari seluruh kejadiannya adalah bencana hidrometeorologi,” papar Aam.

Namun, kata Aam, jika melihat periode 2021 ada pergeseran frekuensi kejadian bencana di wilayah Pulau Jawa yakni dari Jawa Tengah menjadi Jawa Barat. “Kalau kita lihat selama tahun 2021 ada sedikit pergeseran, jadi kalau tadi dalam 5 tahun yang paling tinggi frekuensi kejadian bencana adalah Jawa Tengah. Sekarang kalau kita selama 2021 itu bergeser ke Jawa Barat 651 kejadian. Meskipun untuk Sumatera tetap Aceh. Kemudian Jawa tetap Jawa Barat Jawa Timur Jawa Tengah. Sulawesi Selatan tetap.”

Di Kalimantan, kata Aam juga ada pergeseran. Jika di data lima tahunan dari 2016-2020, konsentrasi kejadian bencana itu terfokus di Kalimantan Selatan. Sedangkan dalam kurun 2021, dari Januari hingga 1 Desember mulai ada pergeseran tidak hanya di Kalimantan Selatan, tetapi juga Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Baca juga: Demokrat: Usulan Pemecatan Sri Mulyani Bukti Pemerintah Tidak Komunikatif

“Ini didominasi oleh kejadian banjir di 4 Kabupaten Kalimantan Barat, 4 Kabupaten Kalimantan Tengah. Jadi mulai ada pergeseran hotspot di Kalimantan. Ini mungkin dan juga di Jawa, ini menjadi perhatian kami juga di BNPB,” papar Aam.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!